Daerah

Ketua Takmir Masjid Agung Baiturrahman Sarankan Tak Perlu Bangun Toilet Baru, Cukup Rehab yang Ada

×

Ketua Takmir Masjid Agung Baiturrahman Sarankan Tak Perlu Bangun Toilet Baru, Cukup Rehab yang Ada

Sebarkan artikel ini
Ketua Takmir Masjid Agung Baiturrahman, Ishak Isa. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com – Ketua Takmir Masjid Agung Baiturrahman, Ishak Isa, menyarankan agar tidak lagi dilakukan pembangunan toilet baru di kawasan masjid. Menurutnya, fasilitas toilet yang ada saat ini masih mencukupi kebutuhan jamaah, sehingga anggaran lebih baik difokuskan untuk merehabilitasi toilet lama yang kondisinya sudah tidak layak.

Pernyataan tersebut disampaikan Ishak usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo terkait polemik pembangunan toilet di area Masjid Agung Baiturrahman yang berada di dekat mihrab dan makam.

“Kalau dari kami selaku takmir, untuk sementara WC itu sudah cukup. Di belakang ada 10 unit, lima untuk laki-laki dan lima untuk perempuan. Di bagian dalam juga masih ada beberapa toilet,” kata Ishak, (23/6/27).

Ia menjelaskan, toilet yang berada di bagian belakang memang perlu mendapat perhatian karena ukuran ruangannya terlalu sempit. Menurutnya, rehabilitasi dengan memperbesar ukuran ruangan akan jauh lebih bermanfaat dibanding membangun toilet baru di lokasi lain.

“Kalau menurut saya jangan dipindahkan karena lokasinya juga tidak ada. Lebih baik rehab WC yang di belakang. Ukurannya kecil, mungkin bisa diperbesar, misalnya dua ruang dijadikan satu agar lebih nyaman digunakan atau anggarannya dialihkan untuk perbaikan kubah,” ujarnya.

Ishak juga menegaskan bahwa pembangunan toilet yang kini menjadi polemik bukan merupakan usulan dari pihak takmir. Ia mengaku sejak awal hanya menyampaikan kebutuhan rehabilitasi sejumlah bagian masjid, bukan pembangunan fasilitas sanitasi baru.

“Saya punya usulan hanya tiga, yaitu perbaikan plafon, atap, dan kubah. Tidak ada usulan pembangunan WC. Namun, apa pun yang diberikan pemerintah kami terima,” ungkapnya.

Ishak pun menghormati hasil RDP Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo yang merekomendasikan agar pembangunan toilet di lokasi yang berpolemik dipindahkan. Namun, ia kembali menekankan bahwa solusi terbaik adalah memperbaiki fasilitas toilet yang telah tersedia agar lebih representatif bagi jamaah.

Ia menambahkan, saat proses pengukuran lokasi pembangunan toilet dilakukan, pihak keluarga yang memiliki keterkaitan dengan area makam juga turut dihadirkan untuk mendampingi petugas, sehingga proses tersebut tidak dilakukan secara sepihak.

“Dari kami, yang paling dibutuhkan sekarang bukan membangun WC baru, tetapi memperbaiki fasilitas yang sudah ada agar lebih nyaman digunakan jamaah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *