Daerah

Biang Kerok Kelangkaan dan Mahalnya LPG 3 Kg di Limboto Terbongkar, Pengecer Jual Rp40 Ribu

Pemerintah Kelurahan Kayubulan bersama tim saat menggelar sidak di salah satu pengecer LPG 3 kg. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com – Penyebab kelangkaan dan melonjaknya harga gas LPG 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan warga akhirnya mulai terungkap.

Pada Kamis (26/2/2026), Pemerintah Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, menemukan adanya pengecer yang menjual LPG 3 kg jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Temuan tersebut terungkap saat lurah bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Pasar Tradisional Kayu Bulan.

Lurah Kayubulan, Tasril Ilimullah, mengatakan sidak dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas subsidi.

“Memang saat kami tiba, gas LPG di toko tersebut sudah tidak ada. Kemungkinan informasi sidak sudah bocor. Namun yang bersangkutan mengakui menjual LPG tidak sesuai ketentuan,” ujar Tasril.

Dari hasil pemeriksaan, oknum pengecer tersebut mengaku menjual LPG 3 kg dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.

“Ia membeli gas dari pengemudi bentor yang mengambil dari pangkalan, lalu dijual kembali dengan harga 35 sampai 40 ribu rupiah per tabung,” jelasnya.

Pihak kelurahan telah memberikan peringatan keras kepada yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatannya, karena praktik tersebut melanggar aturan distribusi LPG subsidi.

Selain mendatangi pengecer, tim juga melakukan pengecekan ke sejumlah pangkalan resmi. Hasilnya, pangkalan mengaku telah menyalurkan LPG sesuai ketentuan yang berlaku.

Tasril menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh pangkalan di wilayahnya guna memastikan kebutuhan masyarakat, terutama saat bulan Ramadan, tetap terpenuhi dan harga tetap stabil.

Sebelumnya, pada Rabu (25/2/2026), pemerintah kelurahan Dutulanaa juga menemukan adanya pangkalan yang diduga menjual LPG 3 kg dalam jumlah besar kepada pengumpul.

Exit mobile version