Tilangonews.com – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 merupakan sebuah kebanggaan besar bagi Kabupaten Gorontalo.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Malam Road to Penas KTNA 2026 yang digelar Saka Bahari di kawasan Menara Limboto, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Sofyan, kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah atas kegiatan nasional tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri oleh seluruh masyarakat. Pasalnya, tidak semua daerah memiliki kesempatan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan agenda berskala nasional yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
“Menjadi tuan rumah Penas KTNA adalah tantangan sekaligus kebanggaan bagi kita semua. Dari lebih 500 kabupaten dan kota di Indonesia, Kabupaten Gorontalo mendapatkan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Penas KTNA XVII tahun 2026,” ujar Sofyan.
Ia mengatakan, kesempatan tersebut sangat langka dan belum tentu kembali diperoleh dalam waktu dekat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta untuk memandang penyelenggaraan Penas KTNA sebagai momentum penting yang harus disukseskan bersama.
“Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa. Kita tidak tahu kapan lagi kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan nasional seperti ini akan datang kembali ke Kabupaten Gorontalo,” katanya.
Sofyan menjelaskan, jika dikaitkan dengan jumlah kabupaten dan kota di Indonesia serta siklus penyelenggaraan Penas KTNA yang berlangsung setiap tiga tahun, maka peluang daerah yang sama kembali menjadi tuan rumah membutuhkan waktu yang sangat panjang.
“Kalau dihitung secara sederhana, bisa saja membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun lagi sebelum kesempatan itu datang kembali. Karena itu, mari kita sambut dan sukseskan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati menyebut penyelenggaraan Penas KTNA 2026 juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Di tengah kondisi fiskal yang saat ini dihadapi banyak pemerintah daerah di Indonesia, Kabupaten Gorontalo tetap berkomitmen untuk mengambil tanggung jawab sebagai tuan rumah.
“Kami berani mengambil kesempatan ini meskipun banyak daerah saat ini menghadapi tantangan fiskal. Namun demi kebanggaan daerah dan semangat masyarakat, terutama para petani dan nelayan, kami tetap siap menjadi tuan rumah,” tegas Sofyan.
Menurutnya, berbagai tantangan yang ada tidak boleh menjadi penghalang untuk menunjukkan kemampuan Kabupaten Gorontalo dalam menyelenggarakan kegiatan nasional. Justru momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para tamu yang akan datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung persiapan hingga pelaksanaan Penas KTNA 2026. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan kesan positif bagi para peserta dan tamu yang hadir.
“Mari kita sambut Penas KTNA 2026 dengan penuh semangat. Ini bukan hanya kegiatan pemerintah, tetapi kegiatan seluruh masyarakat Gorontalo. Kita tunjukkan bahwa daerah ini mampu menjadi tuan rumah yang baik dan membanggakan,” pungkasnya.
