Daerah

Cegah Bullying Berulang, Dikbud Kabgor Siapkan Langkah Penguatan Pengawasan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com — Kasus dugaan perundungan yang melibatkan pelajar SMP di Kabupaten Gorontalo menjadi perhatian serius pemerintah daerah setelah videonya beredar luas di media sosial.

Meski kejadian berlangsung di luar jam sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo tidak tinggal diam. Penanganan cepat langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga pihak sekolah dan komite.

Kepala Dikbud Kabupaten Gorontalo, Abd. Waris, mengatakan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Begitu kasus ini viral, kami langsung bergerak. Semua pihak kami libatkan untuk memastikan masalah ini segera diselesaikan secara baik,” ujarnya.

Langkah cepat itu membuahkan hasil. Dalam waktu singkat, mediasi antara pelaku dan korban berhasil digelar.

“Pelaku bersama orang tuanya sudah menyampaikan permintaan maaf. Mereka juga berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya,” kata Waris.

Menurutnya, penanganan kasus seperti ini tidak cukup hanya bersifat reaktif. Upaya pencegahan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Selama ini, Dikbud telah menjalankan berbagai program pencegahan dengan menggandeng aparat penegak hukum serta instansi terkait, termasuk lembaga perlindungan perempuan dan anak. Sekolah juga telah dibekali aturan tegas terkait penggunaan handphone, serta larangan bullying, kekerasan, dan pelecehan seksual.

Namun Waris menegaskan, pengawasan terhadap perilaku anak tidak bisa hanya bertumpu pada sekolah.

“Ini tanggung jawab bersama. Orang tua dan masyarakat punya peran penting, terutama mengawasi anak-anak di luar lingkungan sekolah,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dikbud akan memperkuat sistem pengawasan dengan mengoptimalkan peran komite sekolah dan Dewan Pendidikan. Selain itu, pembinaan karakter siswa juga akan didorong melalui berbagai kegiatan positif.

“Kami akan dorong kegiatan seperti pramuka dan PMR agar anak-anak punya ruang pembinaan yang lebih baik dan terarah,” tambahnya.

Ia juga menyoroti dampak perubahan pola belajar selama pandemi COVID-19 yang turut memengaruhi perilaku siswa, terutama dalam penggunaan gawai.

“Interaksi anak dengan gawai meningkat saat pembelajaran daring. Ini menjadi tantangan tersendiri yang harus kita sikapi bersama,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan anggaran, Dikbud Kabupaten Gorontalo memastikan komitmen untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Exit mobile version