Tilangonews.com – Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, mendorong penguatan pembinaan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dimulai dari tingkat kecamatan guna mencetak qari dan qariah berprestasi.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penutupan MTQ tingkat Kabupaten Gorontalo yang berlangsung di Gedung Kasmat Lahay, Kamis malam (9/4/2026).
Menurut Zulfikar, pelaksanaan MTQ yang rutin digelar setiap tahun menjadi bagian penting dalam syiar Islam sekaligus wadah pembinaan generasi Qur’ani di daerah.
“Pasti kita punya target. Hari ini kami merasa bangga karena pemerintah daerah setiap tahun melaksanakan kegiatan MTQ,” ujarnya.
Ia menilai, untuk melahirkan peserta yang mampu bersaing, diperlukan langkah strategis melalui pembinaan yang lebih terstruktur dan berjenjang. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran kecamatan, termasuk melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam proses pembinaan.
“Ke depan kita dorong tidak hanya di tingkat kabupaten, tapi juga dilaksanakan di tingkat kecamatan. Dari situ kita bisa melihat potensi dan melakukan pembinaan sejak awal,” jelasnya.
Sebagai anggota legislatif dari daerah pemilihan Telaga Cs, Zulfikar juga menyoroti capaian wilayahnya pada MTQ tahun ini. Ia menyebut, sejumlah kecamatan seperti Telaga Jaya, Telaga Biru, dan Telaga telah menunjukkan hasil yang cukup membanggakan.
“Ada tiga kecamatan di dapil dua yang meraih prestasi. Kita dapat juara tiga dan harapan satu, bahkan Telaga Jaya masuk sepuluh besar,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus terus ditingkatkan melalui pembinaan yang konsisten. Ia optimistis, dengan strategi pembinaan sejak tingkat kecamatan, kualitas kafilah akan semakin meningkat dan mampu meraih hasil yang lebih baik ke depan.
“Insya Allah dengan pembinaan yang dimulai dari kecamatan, kita bisa mencetak qari dan qariah yang lebih siap dan berprestasi, Untuk Telaga Biru insyaallah kita bisa meraih juara satu,” tegasnya.
Zulfikar berharap, langkah tersebut dapat mendorong peningkatan prestasi MTQ di Kabupaten Gorontalo, sekaligus melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing.













