Daerah

Demi Pendidikan, Anak-anak Dulamayo Utara Hadapi Jalan Rusak dan Tanjakan Menuju Sekolah

Tlangonews.com — Jalan menuju sekolah bagi anak-anak di Dusun Piloayita, Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, bukanlah perjalanan yang mudah.

Setiap hari, mereka harus melewati jalan rusak dan sejumlah tanjakan untuk bisa sampai ke sekolah. Kondisi akses yang memprihatinkan bahkan membuat sebagian siswa memilih berjalan kaki karena dinilai lebih aman dibandingkan menggunakan kendaraan.

Jalan tersebut disebut sudah lama dalam kondisi rusak. Sedikitnya ada tiga titik yang menjadi bagian tersulit dalam perjalanan warga, termasuk para pelajar yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Hadiyah Sauridi, guru SD yang tinggal di Dusun Piloayita, mengatakan kondisi jalan menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak dalam menempuh pendidikan.

“Perjuangannya sangat luar biasa, apalagi dengan kondisi jalan yang seperti ini. Ada tiga titik yang harus kami lewati dengan kondisi jalan yang tidak bagus,” ujar Hadiyah.

Menurutnya, pada salah satu titik, kendaraan pernah mengalami kesulitan ketika melewati tanjakan. Di titik lainnya bahkan pernah terjadi kecelakaan. Sementara titik ketiga berada di sekitar akses menuju sekolah SMP yang kondisinya disebut sudah rusak parah.

Kondisi jalan itu tidak hanya menyulitkan pelajar. Kendaraan pelayanan kesehatan juga pernah mengalami persoalan saat melintasi jalur tersebut.

Hadiyah mengungkapkan, kendaraan Puskesmas Telaga Biru yang rutin memberikan pelayanan kesehatan ke Dusun Piloayita setiap tanggal 10 pernah mengalami insiden di salah satu tanjakan.

“Mobil dari Puskesmas Telaga Biru ada pelayanan ke dusun kami setiap tanggal 10. Ada insiden di situ, mobilnya mundur karena memang jalannya sudah tidak bagus lagi, memang parah,” tuturnya.

Kondisi jalan membuat orang tua harus berpikir dua kali ketika mengantar anak menggunakan sepeda motor. Jalan yang rusak dan menanjak membuat perjalanan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Sebagian siswa akhirnya memilih berjalan kaki. Sementara siswa lainnya masih diantar orang tua menggunakan kendaraan.

“Ada sebagian yang jalan kaki, ada juga yang diantar orang tuanya. Tapi orang tuanya juga was-was karena melewati jalan yang tidak bagus itu,” kata Hadiyah.

Bagi anak-anak Piloayita, berjalan kaki menjadi bagian dari rutinitas menuju sekolah. Mereka harus menapaki jalan rusak dan melewati tanjakan demi mengikuti kegiatan belajar.

Perjalanan yang seharusnya menjadi aktivitas biasa pun berubah menjadi tantangan tersendiri. Bukan hanya soal jarak, tetapi juga keselamatan ketika melewati titik-titik jalan yang kondisinya tidak layak.

“Paling banyak kami memilih jalan kaki daripada naik kendaraan,” ungkap Hadiyah.

Hadiyah berharap kondisi jalan di Dusun Piloayita mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, masyarakat telah berupaya menyampaikan kondisi tersebut melalui berbagai cara, termasuk membagikan kondisi jalan di media sosial.

Harapannya, informasi yang disampaikan masyarakat dapat mendorong perhatian dan berujung pada perbaikan jalan.

“Harapannya untuk pemerintah, semoga dengan adanya postingan yang selalu kami bagikan itu kami bisa mendapatkan bantuan, baik itu dari swadaya masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurut Hadiyah, masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin memiliki akses jalan yang lebih aman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mengantar anak-anak ke sekolah.

“Kami ingin bisa lebih menikmati perjalanan ke tempat, terutama sekolah. Dengan kondisi jalan seperti itu kami merasa takut ketika naik kendaraan ke sekolah,” ungkapnya.

Bagi warga, persoalan jalan bukan hanya menyangkut kenyamanan. Akses tersebut juga berkaitan dengan pendidikan anak-anak, pelayanan kesehatan dan mobilitas masyarakat secara umum.

Setiap pagi, anak-anak tetap berangkat menuju sekolah meski harus menghadapi jalan rusak dan tanjakan. Langkah mereka menjadi gambaran bagaimana kondisi infrastruktur dapat memberi tantangan tambahan bagi anak-anak dalam mendapatkan pendidikan.

Warga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada melihat kondisi tersebut, tetapi diwujudkan melalui perbaikan jalan agar perjalanan menuju sekolah dan aktivitas masyarakat Piloayita dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Exit mobile version