Daerah

Dikeluhkan Warga, Lurah Bolihuangga Sidak Pangkalan LPG 3 Kg, Ditutup Sementara

Tilangonews.com — Keluhan warga terkait penyaluran LPG 3 kilogram berujung pada inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pemerintah Kelurahan Bolihuangga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (27/8/2026).

Sidak tersebut menyasar salah satu pangkalan LPG 3 kilogram milik Ria yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat karena diduga menyalurkan gas bersubsidi kepada pengecer dalam jumlah banyak.

Sidak dipimpin langsung Lurah Bolihuangga, Buyung Lihu, dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Kedatangan pemerintah kelurahan bersama unsur tiga pilar tersebut untuk menelusuri sekaligus mengklarifikasi informasi yang disampaikan masyarakat terkait penyaluran LPG bersubsidi di pangkalan tersebut.

Dalam proses klarifikasi, pemilik pangkalan mengakui bahwa dirinya memang pernah memberikan LPG 3 kilogram kepada abang bentor dalam jumlah tertentu.

“Memang betul itu, cuma karena ada kelebihan gas, jadi saya salurkan,” ujar Ria saat diklarifikasi.

Ia mengatakan, gas tersebut diberikan ketika terdapat stok lebih setelah kebutuhan pelanggan yang terdata terpenuhi.

“Siapa saja yang minta, saya kasih,” katanya.

Menurut Ria, pangkalannya mendapat pasokan LPG sekitar 60 tabung dalam satu kali pengisian. Jadwal pengisian pun tidak selalu sama, terkadang sekali dan terkadang dua kali dalam sepekan.

Ia menyebut terdapat sekitar 150 nama pelanggan yang terdata di pangkalannya. Penyaluran kepada warga dilakukan secara bergantian berdasarkan data yang dimiliki.

Namun, ketika terdapat kelebihan stok, LPG tersebut kemudian diberikan kepada pihak lain yang membutuhkan.

Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu persoalan dalam penyaluran LPG 3 kilogram di pangkalan tersebut.

Akibat persoalan penyaluran tersebut, pangkalan LPG 3 kilogram milik Ria ditutup sementara dan tidak mendapatkan pasokan dalam beberapa waktu.

Ria mengungkapkan, dirinya telah dipanggil oleh pihak Agen dan menandatangani surat pernyataan terkait persoalan tersebut. Ia mengatakan, penghentian pasokan akan  berlangsung lebih dari dua pekan yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar 8 September 2026.

Sementara itu, Lurah Bolihuangga Buyung Lihu mengatakan, sidak dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut pemerintah kelurahan atas keluhan masyarakat.

“Kami dengan tiga pilar, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan pemerintah kelurahan, datang untuk mengklarifikasi keadaan di pangkalan Ibu Ria,” kata Buyung.

Ia menegaskan, pemerintah kelurahan akan terus memantau penyaluran LPG 3 kilogram agar distribusinya benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.

Menurutnya, hasil sidak dan klarifikasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemilik pangkalan agar ke depan penyaluran LPG bersubsidi dilakukan sesuai ketentuan.

“Insya Allah ke depan ada perubahan-perubahan dari yang bersangkutan,” tandasnya.

Exit mobile version