Daerah

Duka di Wisuda UMGO, Satu Calon Wisudawan Meninggal Dunia

×

Duka di Wisuda UMGO, Satu Calon Wisudawan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com – Momen wisuda Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) yang seharusnya dipenuhi sukacita pada Selasa (14/7/2026), turut diwarnai suasana duka. Salah seorang calon wisudawan, Hais Nupu, meninggal dunia beberapa jam sebelum prosesi wisuda dimulai.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UMGO, Abd. Kadim Masaong, saat memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXIII yang diikuti ratusan lulusan, orang tua, dan tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, rektor mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta memohon agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.

“Di tengah kebahagiaan yang kita rasakan hari ini, ada satu kabar duka. Salah satu mahasiswa yang seharusnya diwisuda telah meninggal dunia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Abd. Kadim.

Usai kegiatan, Abd. Kadim menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, Hais Nupu sempat menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan. Namun, pada dini hari yang bertepatan dengan hari pelaksanaan wisuda, ia dinyatakan meninggal dunia.

“Informasi yang kami terima, almarhum diduga mengalami serangan jantung. Sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Almarhum diketahui merupakan mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yakni jalur pendidikan tinggi yang memberikan pengakuan atas pengalaman kerja maupun pembelajaran yang telah dimiliki seseorang sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Tinggi.

Kepergian Hais Nupu menjadi duka mendalam bagi keluarga besar UMGO. Di tengah kebahagiaan 337 lulusan yang resmi menyandang gelar akademik, kepergian salah satu calon wisudawan menjadi pengingat bahwa setiap momen bahagia juga dapat disertai ujian yang tak terduga.

Pihak universitas pun menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas perjuangan almarhum menyelesaikan pendidikannya hingga dinyatakan lulus, meski tak sempat hadir mengikuti prosesi wisuda bersama rekan-rekannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *