Daerah

Inovasi Baru Bapenda Kabgor, PANDAI Siap Layani Wajib Pajak Kapan Saja

×

Inovasi Baru Bapenda Kabgor, PANDAI Siap Layani Wajib Pajak Kapan Saja

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Gorontalo terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik. Terbaru, instansi tersebut menghadirkan PANDAI (Layanan Mandiri Pendapatan Daerah Berbasis Artificial Intelligence), sebuah layanan berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai informasi perpajakan hanya melalui aplikasi WhatsApp.

Plt Kepala Bapenda Kabupaten Gorontalo, Bambang Supriyanto, mengatakan kehadiran PANDAI merupakan upaya memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien kepada wajib pajak. Melalui layanan ini, masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor Bapenda untuk memperoleh informasi maupun melakukan simulasi perhitungan pajak.

“Cukup menghubungi nomor WhatsApp 0851-1756-0752, masyarakat sudah bisa memperoleh berbagai layanan perpajakan kapan saja. Sistem ini tersedia selama 24 jam sehingga lebih praktis dan menghemat waktu,” ujar Bambang saat ditemui, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, pada tahap awal PANDAI menyediakan lima layanan utama yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni pengecekan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), simulasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), simulasi Pajak Restoran, simulasi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), serta informasi mengenai layanan dan data Kantor Bapenda.

Menurut Bambang, seluruh layanan tersebut didukung sistem yang dirancang dengan standar keamanan berlapis. Infrastruktur PANDAI memanfaatkan WhatsApp Gateway, chatbot berbasis AI dengan teknologi Natural Language Processing (NLP), application server, basis data pajak daerah, hingga sistem analitik dan pelaporan.

“Kami memastikan keamanan data wajib pajak menjadi prioritas. Sistem ini dibangun agar informasi tetap terlindungi sekaligus mendukung pelayanan publik yang modern dan terpercaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan pengembangan PANDAI dilakukan secara bertahap. Setelah penyediaan layanan dasar, Bapenda akan melanjutkan integrasi data perpajakan, fitur notifikasi, dan pembayaran digital. Tahap berikutnya akan difokuskan pada analisis data penerimaan pajak serta pengembangan model prediksi berbasis kecerdasan buatan yang nantinya terhubung dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Ia berharap inovasi tersebut tidak hanya mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perpajakan, tetapi juga membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas pengelolaan pendapatan daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Dengan PANDAI, kami ingin pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan akurat sekaligus mendorong tata kelola pendapatan daerah yang semakin modern,” pungkas Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *