Daerah

Kabar Lega dari BMKG, Ancaman Tsunami di Gorontalo Berakhir

Tilangonews.com – Kabar melegakan datang bagi masyarakat pesisir Gorontalo Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Filipina, Senin (8/6/26).

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo, Andri Wijaya, mengatakan status siaga tsunami untuk wilayah Gorontalo Utara berakhir pada sekitar pukul 10.15 Wita setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi potensi ancaman gelombang tsunami.

“Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan BMKG, potensi tsunami sudah tidak ada dan peringatan dini telah diakhiri,” ujar Andri saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sebelumnya, sirene peringatan tsunami sempat dibunyikan di sejumlah kawasan pesisir Gorontalo Utara. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas rekomendasi BMKG yang kemudian direspons oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tsunami.

Imbauan evakuasi tersebut mendapat respons cepat dari masyarakat. Warga yang berada di kawasan pesisir memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

BMKG menilai langkah evakuasi mandiri yang dilakukan masyarakat merupakan tindakan yang tepat. Setelah status siaga dicabut, warga yang sebelumnya berada di titik-titik evakuasi kini diperbolehkan kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Meski situasi telah dinyatakan aman, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan terus memantau informasi resmi dari BMKG maupun instansi terkait. Kewaspadaan dinilai penting sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

Berakhirnya peringatan dini tsunami menjadi kabar yang menenangkan bagi warga Gorontalo Utara yang sejak pagi berada dalam situasi siaga. BMKG memastikan kondisi saat ini aman dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengedepankan kewaspadaan.

Exit mobile version