Tilangonews.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Salah satu langkah sederhana namun efektif yang dianjurkan adalah menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya paparan debu akibat minimnya curah hujan yang berpotensi memicu berbagai penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, mulai dari potensi krisis air bersih, kebakaran lahan, hingga ancaman kesehatan masyarakat.
“Pada kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang, kualitas udara cenderung menurun karena tingginya paparan debu. Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan pernapasan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat, khususnya pekerja yang beraktivitas di luar ruangan, agar selalu menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan diri,” ujar Ismail usai menghadiri Rapat Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu di Grand Resto Bukit Proja, Kamis (6/8/2026).
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo telah menyiapkan sekitar 1.200 masker kain yang akan didistribusikan melalui pemerintah kecamatan. Masker tersebut dipilih karena dapat dicuci dan digunakan kembali, sehingga dinilai lebih efisien untuk digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari selama musim kemarau.
Selain pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan, Dinas Kesehatan juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak. Kelompok usia tersebut dinilai paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan debu dan perubahan cuaca ekstrem.
Ismail mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak, terutama saat bermain di luar rumah pada siang hari ketika suhu udara dan konsentrasi debu meningkat.
“Anak-anak sering kali bermain di luar rumah tanpa menggunakan masker. Padahal, daya tahan tubuh mereka masih rentan sehingga lebih mudah terserang penyakit. Kami berharap orang tua dapat membatasi aktivitas bermain di luar dan memastikan anak menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama musim kemarau, termasuk memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi saluran pernapasan.
Menurut Ismail, langkah pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk menekan potensi lonjakan kasus ISPA dan penyakit lainnya selama musim kemarau. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, dampak buruk cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan.
