Daerah

Ketua Komite MTsN 1 Kota Gorontalo Luruskan Pernyataan Sekretaris Soal Iuran Rp400 Ribu

Ketua Komite MTsN 1 Kota Gorontalo, Harun Bolongkod. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com – Ketua Komite MTsN 1 Kota Gorontalo, Harun Blongkod, meluruskan pernyataan sekretaris komite terkait polemik iuran sebesar Rp400 ribu yang dibebankan kepada orang tua siswa untuk pembangunan Aula Al-Kafi di sekolah tersebut.

Kepada Tilangonews.com, Harun menegaskan bahwa Komite MTsN 1 Kota Gorontalo tidak memiliki utang kepada pihak penyedia atau pelaksana pembangunan aula sebagaimana disampaikan sekretaris komite sebelumnya.

“Kami tidak punya utang. Sekretaris salah menyampaikan informasi. Dia juga belum berkoordinasi dengan saya terlebih dahulu. Mungkin karena baru pertama kali berhadapan dengan wartawan, sehingga gugup saat memberikan keterangan,” ujar Harun usai mengikuti rapat bersama orang tua siswa, Kamis (18/6/26).

Harun menjelaskan, rencana pembangunan Aula Al-Kafi telah dibahas sejak Juli 2025. Menurutnya, pembangunan gedung tersebut merupakan usulan pihak sekolah yang terkendala keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

“Sekolah memiliki keinginan membangun aula, tetapi tidak tersedia anggaran. Karena itu, komite menggelar pertemuan dengan orang tua siswa pada 14 Juli 2025 untuk membahas rencana tersebut,” katanya.

Dari hasil pembahasan, kebutuhan anggaran pembangunan aula diperkirakan mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Pada tahap awal, penggalangan dana dilakukan secara sukarela tanpa menetapkan nominal tertentu.

“Awalnya kami mengajak siswa untuk berpartisipasi secara sukarela. Setelah itu, kami kembali membahas kebutuhan pendanaan bersama orang tua,” ujarnya.

Harun mengatakan, dalam pertemuan lanjutan, para orang tua siswa kemudian menyepakati kontribusi sebesar Rp400 ribu per siswa. Dari skema tersebut, dana yang berhasil terkumpul mencapai sekitar Rp200 juta.

Menurutnya, kekurangan anggaran pembangunan ditutupi melalui berbagai sumber, di antaranya sumbangan dari kegiatan sekolah, kontribusi komite, serta bantuan dari para alumni.

“Kami juga menyampaikan kepada orang tua bahwa bagi yang tidak mampu tidak diwajibkan membayar. Alhamdulillah, ada orang tua yang meskipun dalam kondisi terbatas tetap memilih berpartisipasi. Nominal Rp400 ribu itu bukan ditentukan komite, tetapi merupakan hasil kesepakatan bersama orang tua siswa,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komite MTsN 1 Kota Gorontalo, Hasiru Muhi, menyatakan bahwa kontribusi sebesar Rp400 ribu per siswa dimaksudkan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran pembangunan gedung.

“Pembangunan gedung ini dikelola oleh komite. Karena masih ada kewajiban pembayaran yang harus diselesaikan, maka disepakati adanya kontribusi dari siswa kelas IX sekitar Rp400 ribu per siswa,” kata Hasiru.

Berbeda dengan pernyataan tersebut, Ketua Komite menegaskan bahwa tidak terdapat utang kepada penyedia, melainkan pengumpulan dana dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan Aula Al-Kafi.

Exit mobile version