Tilangonews.com – Produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Gorontalo berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo.
Beragam produk khas daerah, mulai dari kopiah karanji, kain karawo hingga aneka pangan olahan, laris manis diburu peserta dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Asosiasi UMKM Kabupaten Gorontalo, Nurhayati Laudengi, mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung terhadap produk lokal Gorontalo sangat tinggi. Bahkan, omzet penjualan pada hari pembukaan PENAS XVII mencapai sekitar Rp8 juta.
“Alhamdulillah, penjualan dari kemarin sampai hari ini luar biasa. Produk yang paling banyak diminati dari sektor kerajinan adalah kopiah karanji dan kain karawo. Sementara untuk pangan olahan, yang paling banyak dicari yaitu pia saronde, keripik panggang, stik labu, serta dabu-dabu sagela,” ujar Nurhayati saat ditemui di lokasi Pameran Agribisnis PENAS XVII, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, hampir seluruh produk yang dipajang di stan UMKM Gorontalo mendapat respons positif dari pengunjung. Tidak sedikit peserta PENAS yang awalnya hanya berniat membeli satu atau dua produk, namun akhirnya berbelanja lebih banyak setelah merasakan keramahan para pelaku UMKM.
“Pesan yang paling berkesan dari mereka adalah masyarakat Gorontalo sangat ramah. Mereka merasa diterima dengan baik, baik di pemondokan maupun saat berbelanja. Bahkan ada yang awalnya hanya ingin membeli sedikit, akhirnya mengajak teman-temannya untuk ikut berbelanja karena pelayanan yang ramah,” katanya.
Nurhayati menjelaskan, harga produk yang dijual selama pameran memang mengalami sedikit penyesuaian. Hal itu dilakukan karena pelaku UMKM harus menanggung biaya sewa stan yang mencapai Rp12 juta selama kegiatan PENAS berlangsung.
“Stan ini kami bayar sendiri, tidak gratis. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian harga agar dapat menutupi biaya operasional. Mudah-mudahan hasil penjualan selama PENAS bisa menutup seluruh biaya yang telah dikeluarkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, stan yang dikelola Asosiasi UMKM Kabupaten Gorontalo tidak hanya menjual produk pelaku usaha dari Kabupaten Gorontalo, tetapi juga menerima titipan produk UMKM dari daerah lain di Provinsi Gorontalo.
Sebagai informasi, selain oleh-oleh khas Gorontalo, kawasan Pameran Agribisnis PENAS XVII juga diramaikan dengan berbagai produk unggulan dari sejumlah provinsi di Indonesia, menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat promosi sekaligus transaksi ekonomi kreatif selama perhelatan nasional berlangsung.

















