Tilangonews.com – Momentum pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Provinsi Gorontalo dimanfaatkan Anggota DPD RI, Rahmijati Jahja, untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya di sektor peternakan.
Pertemuan yang diinisiasi senator empat periode tersebut berlangsung di Hantalea Cafe, Kabupaten Gorontalo, Senin malam (22/6/2026), dengan menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pertanian serta jajaran pemerintah daerah dari Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara.
Hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjana Yusuf, bersama jajaran terkait. Sementara dari Kabupaten Gorontalo dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Endi Manyoe, beserta staf teknis. Dari pemerintah pusat, hadir Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Nuraini.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi peternak di daerah, sekaligus mendiskusikan peluang dukungan program dari pemerintah pusat.
Beberapa usulan yang mengemuka antara lain bantuan ternak sapi, kambing, dan ayam. Khusus bantuan ayam, pemerintah daerah berharap paket bantuan tidak hanya berupa bibit ternak, tetapi juga dilengkapi kandang, pakan, serta obat-obatan.
Menurut mereka, kelengkapan sarana pendukung tersebut menjadi kebutuhan mendasar agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat penerima.
Rahmijati Jahja menegaskan, pertemuan tersebut merupakan bentuk kepeduliannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
Ia menilai, banyak masyarakat yang telah menyampaikan proposal maupun aspirasi bantuan, namun belum memperoleh kepastian terkait kendala yang dihadapi dalam proses pengusulan.
“Pertemuan ini jangan dianggap seremonial. Ini bentuk kepedulian kami membangun daerah. Biasanya banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasi maupun proposal, tetapi bertanya-tanya kenapa belum terealisasi. Karena itu saya pertemukan langsung pihak kementerian dengan dinas di daerah agar bisa terjawab apa yang menjadi kendala di lapangan,” kata Rahmijati.
Ia mengaku, berbagai persoalan yang ditemui saat turun menyerap aspirasi masyarakat selalu disampaikan kepada kementerian terkait agar dapat ditindaklanjuti.
“Karena apa yang saya dapatkan di lapangan, langsung saya sampaikan ke kementerian terkait. Harapannya, apa yang dibahas malam ini dapat terealisasi dan membawa manfaat bagi masyarakat. Semoga pertemuan ini membawa berkah dan Ibu Nuraini tetap mengingat Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Nuraini, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pemerintah pusat belum mengalokasikan bantuan sapi. Adapun program bantuan yang tersedia saat ini masih difokuskan pada ternak ayam dan kambing.
“Untuk tahun ini bantuan sapi belum ada, yang tersedia baru ayam dan kambing. Sehingga proposal yang masuk melalui Ibu Rahmijati, baru dua jenis bantuan itu yang dapat diwujudkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, usulan bantuan dari Kabupaten Gorontalo Utara telah diterima dan sedang diproses untuk direalisasikan. Sedangkan untuk Kabupaten Gorontalo, pemerintah daerah diminta segera menyampaikan proposal agar dapat dipertimbangkan dalam program bantuan selanjutnya.
“Untuk Gorut proposalnya sudah masuk, insyaallah segera terealisasi. Kalau untuk Kabupaten Gorontalo, nanti segera diusulkan,” pungkasnya.

















