Daerah

Pemprov Gorontalo Bidik Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,7 Persen dalam RAPBD 2027

Tilangonews.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada tahun 2027. Melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 yang akan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,3 hingga 6,7 persen.

Target tersebut diungkapkan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail didampingi Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan OPD di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Minggu (13/9/2026) malam.

Gusnar Ismail mengatakan, RAPBD 2027 merupakan dokumen penting yang perlu diketahui masyarakat karena memuat arah pembangunan daerah, target yang ingin dicapai, serta berbagai program prioritas pemerintah pada tahun mendatang.

“RAPBD ini menjadi penting diketahui oleh seluruh masyarakat agar masyarakat bisa mengetahui dengan seksama pembangunan tahun 2027 akan mengarah ke mana, apa yang ingin dituju dan apa yang ingin dicapai,” kata Gusnar.

Menurutnya, seluruh target yang disusun dalam RAPBD 2027 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, menjelaskan bahwa target pembangunan tahun 2027 tidak hanya berpedoman pada RPJMD, tetapi juga mempertimbangkan capaian riil yang telah diraih Gorontalo selama tahun 2026.

Ia mengungkapkan, target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMD tahun 2027 berada pada angka 5,74 persen. Namun melihat perkembangan ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif, pemerintah optimistis mampu mencapai angka yang lebih tinggi.

“Target RPJMD 2027 sebesar 5,74 persen, tetapi kami optimistis bisa berada pada kisaran 6,3 sampai 6,7 persen,” ujar Danial.

Optimisme tersebut didasarkan pada capaian pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang pada triwulan II tahun 2026 telah mencapai sekitar 6,20 persen, melampaui target tahun berjalan yang ditetapkan sebesar 5,65 persen.

Danial menilai, kinerja sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor ini berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap struktur ekonomi Gorontalo.

Selain itu, perkembangan sektor hilirisasi, pertambangan, serta penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Gorontalo masih ditopang sektor pertanian. Di sisi lain, hilirisasi mulai tumbuh, sektor pertambangan mulai berkembang, dan UMKM juga semakin bergeliat,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tersebut dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing daerah di tengah dinamika perekonomian nasional.

Target tersebut sekaligus menjadi salah satu indikator utama yang akan dicapai melalui pelaksanaan RAPBD 2027 yang segera dibahas bersama DPRD Provinsi Gorontalo.

Exit mobile version