Tilangonews.com – Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 resmi berakhir pada Minggu (13/9/2026) dengan capaian yang menggembirakan.
Selama tiga hari pelaksanaan, ajang yang digelar Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan berbagai mitra strategis itu berhasil membukukan penjualan hingga Rp5,658 miliar atau sekitar Rp5,6 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengungkapkan angka tersebut meningkat sekitar 70 persen dibandingkan capaian HARFEST tahun 2025.
“Alhamdulillah kami mencatat nilai penjualan sebesar Rp5,658 miliar. Ini meningkat kurang lebih 70 persen daripada penjualan pada HARFEST tahun 2025 yang lalu,” ujar Bambang saat Closing Ceremony HARFEST 2026 yang berlangsung di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo.
HARFEST 2026 digelar selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 September 2026. Festival ini menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan sektor ekonomi kreatif, UMKM, budaya, hingga hiburan masyarakat.
Selain mencatat transaksi penjualan yang tinggi, HARFEST 2026 juga berhasil menarik antusiasme masyarakat. Hingga penutupan acara, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 13.200 orang.
Pengunjung datang untuk menikmati berbagai kegiatan yang berlangsung di area indoor GPCC, seperti Gorontalo Coffee Week, pameran wastra, produk olahan pangan, kerajinan, hingga berbagai pertunjukan dan kompetisi. Sementara di area luar, Festival Kuliner di halaman parkir GPCC dan sentra kuliner di Jalan Andalas juga dipadati masyarakat.
Bambang menyebut sekitar 450 UMKM terlibat dalam penyelenggaraan HARFEST tahun ini, baik yang berada di dalam gedung, area festival kuliner maupun kawasan Jalan Andalas.
Tak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, HARFEST 2026 juga menghasilkan sejumlah kerja sama bisnis yang berdampak langsung bagi pelaku usaha. Business matching antara UMKM dengan buyer lokal, khususnya dari Jakarta dan Pulau Jawa, tercatat mencapai Rp820 juta.
Sementara itu, business matching pembiayaan UMKM dengan perbankan di Gorontalo membukukan nilai Rp2,91 miliar. Di sektor ekspor, kopi Liberika Gorontalo Utara berhasil mencatat transaksi senilai 5.680 dolar Amerika Serikat dengan tujuan Jepang.
Menurut Bambang, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk-produk unggulan Gorontalo semakin mendapat tempat di pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
“Ini menandakan langkah baru bagi Gorontalo sebagai penghasil kopi spesialti yang mampu menembus pasar ekspor,” katanya.
Berbagai kegiatan juga digelar selama HARFEST 2026, mulai dari Seminar Nasional bertema “Merajut Warisan, Menenun Masa Depan: Wastra Hijau dan Transformasi Digital UMKM”, talkshow kopi, Indonesia Berkarawo, fashion show desainer, talkshow ekonomi syariah, hingga Mocarawo Kolosal yang melibatkan lebih dari 300 siswa SMP dan SMK.
Tak hanya itu, sejumlah kompetisi turut memeriahkan festival, seperti dance competition, dance cover competition, Mobile Legends, canvas knowledge battle, lomba menggambar dan mewarnai, fashion show anak dan remaja, serta latte art competition.
Bambang berharap HARFEST dapat terus menjadi wadah kolaborasi yang mendorong UMKM Gorontalo semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar nasional maupun global.
“Kolaborasi dan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, Dekranasda, serta seluruh mitra strategis di Gorontalo akan terus diperkuat untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” pungkasnya.
