Daerah

Gusnar: Gorontalo Dapat Tambahan Benih, Cetak Sawah, hingga Dryer Jagung Berkat PENAS XVII

Tilangonews.com – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII membawa dampak nyata bagi sektor pertanian di Gorontalo. Selain menjadi ajang nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, PENAS XVII juga berhasil menghadirkan berbagai program strategis dari pemerintah pusat.

Gusnar mengatakan, momentum PENAS XVII dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperjuangkan sejumlah kebutuhan sektor pertanian secara langsung kepada Presiden RI dan para menteri yang hadir di Gorontalo. Hasilnya, berbagai bantuan dan komitmen pembangunan berhasil diperoleh.

Salah satu program yang disiapkan pemerintah pusat adalah pengembangan hilirisasi pertanian. Menurut Gusnar, Gorontalo akan menjadi lokasi pengembangan hilirisasi komoditas unggulan, mulai dari ayam terintegrasi, kelapa, kakao, hingga tebu.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan pembibitan kelapa yang akan dikembangkan di lahan seluas sekitar 10 ribu hektare. Dan berkat PENAS pemerintah pusat menambah alokasi anggaran bibit kelapa untuk 3 ribu hektare. Bibit tersebut akan dibagikan kepada petani untuk ditanam, sebelum nantinya didukung pembangunan industri pengolahan kelapa sebagai bagian dari program hilirisasi.

Selain kelapa, pemerintah juga menyiapkan pengembangan kakao seluas sekitar 5 ribu hektare. Sementara untuk komoditas tebu, Gorontalo diproyeksikan akan memiliki dua pabrik gula sebagai bagian dari program hilirisasi pemerintah.

“Pabrik tebu ini, selain sudah ada yang dimiliki pihak swasta, maka pemerintah akan membangun satu pabrik lagi,” ujar Gusnar saat konferensi pers di aula rumah dinasnya, Sabtu (27/6/26) malam.

Tak hanya itu, Gusnar mengungkapkan bahwa Gorontalo juga memperoleh tambahan program cetak sawah baru. Setelah sebelumnya menyelesaikan sekitar 1.000 hektare lahan sawah baru di wilayah Marisa, Kementerian Pertanian kembali menambah alokasi cetak sawah seluas 150 hektare.

Dukungan pemerintah pusat juga diberikan dalam bentuk bantuan benih untuk petani. Sebelum acara puncak PENAS XVII, Gorontalo telah menerima bantuan benih yang cukup untuk lahan sekitar 33 ribu hektare. Setelah kegiatan berakhir, pemerintah pusat kembali menyatakan komitmennya menambah bantuan benih jagung untuk lahan sekitar 48 ribu hektare.

“Tambahan bantuan ini merupakan hasil komunikasi yang terbangun selama PENAS XVII. Kita tidak perlu lagi melalui proses yang panjang karena pemerintah pusat melihat langsung potensi dan kebutuhan Gorontalo,” ujar Gusnar.

Di sektor pascapanen, Gusnar juga mengungkapkan adanya komitmen dari Perum Bulog untuk membangun fasilitas dryer (pengering) dan silo jagung di Kabupaten Boalemo. Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut sangat penting untuk membantu petani menjaga kualitas jagung sebelum dipasarkan.

Selama ini, kata Gusnar, banyak petani menjual jagung dengan kadar air yang masih tinggi sehingga harga jualnya menjadi lebih rendah. Kehadiran dryer dan silo diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus memperkuat posisi tawar petani.

Selain di Boalemo, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga mengusulkan pembangunan fasilitas serupa di Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Bone Bolango. Gusnar berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan setelah pemerintah daerah menyiapkan lahan yang dibutuhkan.

Menurut Gusnar, berbagai komitmen yang diperoleh tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan PENAS XVII tidak hanya memberikan dampak ekonomi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang investasi dan program pembangunan yang akan memperkuat sektor pertanian Gorontalo dalam jangka panjang.

Exit mobile version