Tilangonews.com – Pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 diyakini akan membawa dampak besar bagi Kabupaten Gorontalo.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyebut ajang nasional tersebut bukan sekadar pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi momentum percepatan pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Sofyan saat menghadiri Malam Road to Penas KTNA 2026 yang digelar Saka Bahari di kawasan Menara Limboto, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, sejak Kabupaten Gorontalo ditetapkan sebagai tuan rumah Penas KTNA, berbagai program pembangunan mulai mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, rehabilitasi fasilitas umum, hingga penataan kawasan strategis.
“Alhamdulillah, melalui Penas KTNA ini Kabupaten Gorontalo memperoleh banyak dukungan pembangunan dari pemerintah pusat. Ini menjadi keuntungan besar bagi daerah,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, sejumlah ruas jalan yang menjadi akses penunjang kegiatan Penas telah selesai dibangun. Selain itu, berbagai fasilitas publik di wilayah Limboto juga tengah dibenahi untuk memberikan kenyamanan bagi peserta maupun masyarakat.
Salah satu proyek yang turut mendapat perhatian adalah revitalisasi Menara Limboto. Ikon daerah tersebut saat ini terus dipercantik melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Rehabilitasi gedung, penataan kawasan, hingga pembenahan Menara Limboto terus berjalan. Ini bukan hanya untuk menyambut Penas KTNA, tetapi juga menjadi warisan pembangunan yang akan dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga sedang melakukan penataan taman dan ruang publik di sekitar lokasi kegiatan. Sofyan memperkirakan total nilai investasi pembangunan yang masuk ke daerah berkat pelaksanaan Penas KTNA mencapai angka yang sangat signifikan.
“Jika dihitung secara keseluruhan, nilai pembangunan yang masuk ke Kabupaten Gorontalo hampir mencapai Rp300 miliar,” ungkapnya.
Tak hanya dari sisi infrastruktur, Sofyan menilai manfaat ekonomi yang akan dirasakan masyarakat juga sangat besar. Hingga awal Juni 2026, sekitar 10 ribu peserta dari berbagai daerah telah mengonfirmasi kehadiran mereka pada Penas KTNA XVII. Angka itu diperkirakan terus bertambah hingga mencapai target sekitar 32 ribu peserta.
Kehadiran puluhan ribu orang tersebut diyakini akan menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat, mulai dari perdagangan, kuliner, transportasi, hingga penyediaan homestay bagi para tamu yang datang.
“Mereka akan berbelanja, menggunakan jasa transportasi, makan di warung dan restoran masyarakat, serta menginap di homestay yang telah disiapkan warga. Tentu ini akan menciptakan perputaran ekonomi yang sangat besar,” jelasnya.
Sofyan memperkirakan dampak ekonomi yang tercipta selama pelaksanaan Penas KTNA dapat mencapai ratusan miliar rupiah. Jika digabungkan dengan nilai pembangunan yang telah masuk ke daerah, total manfaat yang diperoleh Kabupaten Gorontalo diperkirakan berada pada kisaran Rp200 miliar hingga Rp500 miliar.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan agenda nasional tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh daerah.
“Penas KTNA 2026 adalah peluang besar bagi Kabupaten Gorontalo. Dampaknya sangat luas, baik terhadap pembangunan maupun perekonomian masyarakat. Ini momentum yang harus kita sukseskan bersama,” tegasnya.
