Tilangonews.com – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memantapkan langkah dalam mewujudkan daerah ramah anak melalui pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) dan coaching clinic Kabupaten Layak Anak (KLA), yang digelar oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3APPKB), Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Setda Bone Bolango, Yusbar Ismail, dan dihadiri Kepala Dinas Sosial Samsia Melu serta perwakilan Dinas P3A Provinsi Gorontalo.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DinsosP3APPKB Bone Bolango, Oktavianita Helingo, menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Menurutnya, capaian Kabupaten Layak Anak Bone Bolango pada tahun 2023 yang berhasil meraih kategori Madya menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas hingga ke level yang lebih tinggi.
“Ini adalah komitmen bersama seluruh stakeholder dalam menjalankan lima klaster Kabupaten Layak Anak, mulai dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan dan waktu luang, hingga perlindungan khusus anak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini berasal dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan hingga desa yang memiliki peran dalam pemenuhan indikator KLA. Bimtek tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga pelatihan teknis penggunaan aplikasi penilaian KLA.
“Sebelumnya kami sudah melakukan sinkronisasi data dengan seluruh OPD. Melalui bimtek ini, kami fokus pada penginputan data serta pemahaman indikator penilaian,” jelasnya.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan pembagian klaster pada setiap sesi. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi evaluasi guna melihat hasil penginputan data dari masing-masing stakeholder.
Oktavianita menegaskan, pelaksanaan KLA bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan upaya nyata dalam menghadirkan perlindungan bagi anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Penghargaan adalah bonus. Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan anak-anak merasa aman, nyaman, dan hak-haknya benar-benar terpenuhi,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data Simfoni PPA, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bone Bolango mengalami penurunan dari 42 kasus menjadi 32 kasus. Meski demikian, pihaknya meyakini masih terdapat kasus yang belum terlaporkan.
Karena itu, sinergi seluruh pihak dinilai penting untuk terus menekan angka kekerasan serta memperkuat perlindungan anak di daerah.
“Harapannya, Bone Bolango bisa naik dari kategori Madya ke Nindya bahkan Utama, sebagai wujud komitmen dalam melindungi dan memenuhi hak anak,” pungkasnya.













