Tilangonews.com – Polemik mengenai anggapan bahwa Gorontalo “dua kali ulang tahun” mencuat di tengah masyarakat. Namun hal itu langsung diluruskan oleh Ketua Umum DPP Pejuang Rakyat Kecil (Perak), Rolly Maku, yang menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara hari kemerdekaan Gorontalo dan hari terbentuknya Provinsi Gorontalo.
Menurut Rolly, sejarah mencatat bahwa Gorontalo merupakan daerah pertama di Indonesia yang memproklamasikan kemerdekaannya pada 23 Januari 1942. Momentum ini merupakan tonggak bersejarah perjuangan rakyat Gorontalo melawan penjajahan.
Sementara itu, tanggal 5 Desember adalah hari terbentuknya Provinsi Gorontalo, setelah resmi berpisah dari Provinsi Sulawesi Utara. Keduanya adalah dua peristiwa berbeda yang sama-sama memiliki nilai historis tinggi.
“Jadi jangan disamakan. Ini bukan soal Gorontalo ulang tahun dua kali, tapi dua momentum sejarah berbeda. Keduanya pantas dirayakan,” tegas Rolly Maku.
Ia menjelaskan, perayaan 23 Januari sudah dilakukan jauh sebelum Gorontalo menjadi provinsi. Bahkan masyarakat Gorontalo yang merantau pun turut merayakannya setiap tahun, sebagai bentuk penghormatan pada perjuangan leluhur.
Rolly pun mempertanyakan mengapa baru tahun ini persoalan itu diperdebatkan.
“Dari tahun-tahun sebelumnya, tidak ada masalah ketika ulang tahun provinsi dirayakan setiap 5 Desember. Kenapa sekarang dipersoalkan? Mari kita berpikir positif dan menerima dengan besar hati dua hari bersejarah ini,” ujarnya.
Rolly menutup pernyataannya dengan mengajak masyarakat menghargai nilai-nilai sejarah Gorontalo dan menjaga persatuan.
