Tilangonews.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar pasar murah bersubsidi yang dipusatkan di halaman Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Selasa (3/3/2026).
Program ini disambut antusias masyarakat yang rela mengantre sejak siang demi mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo Olan Laurence Hasiholan Pasaribu, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, serta unsur Forkopimda lainnya.
Bupati Sofyan Puhi menjelaskan, pasar murah ini digelar sebagai upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi selama bulan suci Ramadan.
Menurutnya, menjelang dan selama Ramadan biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Ia menegaskan, pemerintah daerah hadir melalui program pasar murah agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
“Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi, sehingga harga di pasaran tetap terkendali dan masyarakat dapat terbantu,” ujar Sofyan.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan komoditas bersubsidi tersebut dengan bijak. Program ini kata dia dilaksanakan di seluruh kecamatan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu warga khususnya di bulan Ramadan.
“Manfaatkan dengan baik karena ini sudah disubsidi oleh pemerintah daerah. Kegiatan pasar murah ini juga akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Gorontalo,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan pasar murah tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyiapkan sekitar 1.000 kupon yang dapat ditukarkan dengan paket bahan pokok yang terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, cabai rawit seperempat kilogram, dan bawang merah setengah kilogram dengan harga hanya Rp60 ribu.
Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.
Seribu paket itu pun ludes dibeli masyarakat. Dalam kegiatan itu juga pemda turut melibatkan pelaku UMKM dan juga ritel modern dalam menjual dagangan mereka.
