Dinosaur
Daerah

Investor Mulai Bidik Bone Bolango, HIPMI: Ekonomi Bisa Tumbuh Tanpa Bergantung APBD

×

Investor Mulai Bidik Bone Bolango, HIPMI: Ekonomi Bisa Tumbuh Tanpa Bergantung APBD

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com — Masuknya sejumlah calon investor yang mulai melirik potensi Kabupaten Bone Bolango mendapat sambutan positif dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bone Bolango.

Ketua HIPMI Bone Bolango, Zulkifli Ibrahim, menilai penjajakan investasi tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan perekonomian daerah. Terlebih, skema investasi yang ditawarkan mengandalkan pembiayaan swasta sehingga pembangunan tidak harus sepenuhnya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“HIPMI tentu mengapresiasi para investor yang melihat Bone Bolango sebagai daerah yang memiliki peluang. Yang menarik, investasi ini dirancang menggunakan pendanaan swasta sehingga pembangunan tidak harus selalu bergantung pada APBD,” ujar Zulkifli.

Menurut Zulkifli, peluang investasi tersebut mencakup delapan sektor strategis yang tengah dijajaki melalui pola kerja sama Business to Business (B2B).

Sektor yang dibidik cukup beragam, mulai dari pengembangan motor listrik, videotron, drone pertanian, pabrik pakan, hidroponik, pabrik briket, cold storage perikanan, hingga pembangunan tower internet gratis.

Bagi HIPMI, keberagaman sektor tersebut menunjukkan Bone Bolango mulai dipandang memiliki potensi ekonomi yang layak dikembangkan oleh dunia usaha.

Zulkifli menilai investasi tidak boleh hanya dilihat dari nilai modal yang masuk. Lebih dari itu, kehadiran investor diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

“Investasi bukan hanya soal membangun fasilitas. Yang lebih penting bagaimana investasi itu bisa membuka lapangan usaha, menyerap tenaga kerja, memperkuat UMKM dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap rencana pengelolaan investasi melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Menurutnya, keterlibatan BUMD dapat menjadi momentum untuk mendorong perusahaan daerah agar lebih sehat, profesional dan mampu menghasilkan keuntungan. Jika dikelola dengan baik, BUMD tidak hanya menjadi mitra investasi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini peluang yang harus kita sambut bersama. Investor membawa modal dan teknologi, sementara daerah menyediakan ruang dan potensi. Kalau dikelola secara transparan dan profesional, manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat Bone Bolango,” jelasnya.

Meski menyambut positif, HIPMI Bone Bolango mengingatkan agar seluruh proses investasi tetap dilakukan secara hati-hati. Kepastian hukum, transparansi, profesionalitas pengelolaan serta kepentingan daerah harus menjadi bagian penting dalam setiap kerja sama.

Zulkifli berharap penjajakan investasi yang telah dilakukan tidak berhenti pada tahap pembicaraan, tetapi dapat segera berlanjut menuju realisasi proyek.

“Apresiasi kepada para investor yang berani datang dan melihat potensi Bone Bolango. Investasi seperti ini harus kita dorong karena pembangunan bisa berjalan, ekonomi bergerak, tetapi APBD tetap terlindungi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *