Tilangonews.com — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dimaknai secara berbeda oleh 186 santri Rumah Cinta Quran (RCQ) David Bobihoe. Alih-alih hanya mengikuti rangkaian perayaan kemerdekaan, para santri memilih mengisi momentum tersebut dengan berziarah ke makam mantan Bupati Gorontalo, almarhum David Bobihoe Akib.
Ziarah berlangsung di Taman Makam Keluarga Baso Bobihoe, Senin (17/8/2026). Para santri didampingi Tim Rahmijati Center mengikuti rangkaian doa, tahlil dan tausiyah di area makam.
Sebagian besar peserta merupakan santriwati yang mengenakan seragam putih. Mereka tampak khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, kemudian secara bergantian menaburkan bunga di pusara almarhum David Bobihoe.
Bagi para santri, ziarah tersebut bukan sekadar kegiatan mengenang sosok yang telah meninggal dunia. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenal kembali sosok pemimpin daerah sekaligus mengambil pelajaran dari perjalanan pengabdiannya.
Tim Rahmijati Center, Rahmat Iksan, mengatakan pemilihan momentum HUT ke-81 RI untuk melakukan ziarah memiliki makna tersendiri.
“Kami sengaja agendakan ziarah ini di momentum HUT RI. Tujuannya agar santri tidak hanya memperingati kemerdekaan dengan upacara, tetapi juga dengan meneladani semangat pengabdian para pemimpin daerah,” ujar Rahmat.
Menurutnya, almarhum David Bobihoe dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki kepedulian terhadap pendidikan agama.
Nilai-nilai tersebut, kata Rahmat, menjadi bagian dari semangat yang ingin terus diteruskan melalui keberadaan RCQ David Bobihoe.
“Mengisi kemerdekaan itu banyak caranya. Salah satunya dengan mendoakan para pendahulu dan meneruskan perjuangan mereka dalam membangun daerah dengan ikhlas,” lanjutnya.
David Bobihoe merupakan Bupati Gorontalo yang pernah memimpin daerah tersebut selama dua periode. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang turut memberikan kontribusi dalam pembangunan Kabupaten Gorontalo.
Selain doa dan tahlil, kegiatan ziarah juga diisi dengan muhasabah. Para santri diajak merenungkan perjalanan hidup almarhum serta mengambil pelajaran dari pengabdian yang telah dilakukan semasa hidup.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri. Mereka tidak hanya diajak memahami Al-Qur’an, tetapi juga belajar menghargai jasa para pendahulu, mencintai daerah dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
RCQ David Bobihoe sendiri menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam mempelajari dan memahami Al-Qur’an. Lembaga tersebut didirikan oleh Rahmijati Jahja sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan keagamaan generasi muda.
Pendidikan di RCQ David Bobihoe diberikan tanpa pungutan biaya. Para santri dibina agar tidak hanya memiliki kemampuan dalam memahami dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter dan kepedulian sosial.
Rahmat menegaskan, semangat tersebut akan terus dijaga melalui pembinaan para santri.
“Semoga semangat Almarhum David Bobihoe terus hidup melalui anak-anak santri yang hari ini belajar dan mengabdi,” pungkasnya.
Ziarah di Hari Kemerdekaan itu pun menjadi pesan sederhana bahwa mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan dengan seremoni. Mengenang jasa orang yang telah mengabdi, mendoakan para pendahulu dan menyiapkan generasi penerus yang berkarakter juga menjadi bagian dari upaya menjaga semangat perjuangan.



















