Tilangonews.com — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo terus memperluas edukasi tentang rupiah hingga ke wilayah pelosok.
Melalui Program Literasi Rupiah Menyapa Pelosok Negeri (POLOPALO) 2026, BI menyambangi pelajar SD Negeri 7 Bone di Desa Ilohuuwa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan keempat sekaligus penutup rangkaian POLOPALO 2026 yang digelar BI Gorontalo bersama komunitas 1.000 Guru Gorontalo.
Pelaksanaan di wilayah pelosok ini menjadi bagian dari upaya BI memastikan edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat diakses tidak hanya oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga anak-anak sekolah di daerah dengan tantangan geografis.
Plh. Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, M. Andi Destriyan H.B Alydrus, mengatakan edukasi rupiah merupakan bagian dari tugas BI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mata uang negara, termasuk cara mengenali, merawat, dan menggunakan rupiah secara bijak.
“Bank Indonesia memiliki kewajiban untuk mengedukasi seluruh masyarakat. Bukan hanya yang berada di kota, tetapi juga masyarakat di pelosok yang aksesnya lebih menantang,” ujar M. Andi Destriyan.
Menurutnya, POLOPALO lahir dari kolaborasi BI dengan 1.000 Guru Gorontalo karena memiliki sasaran yang sama, yakni menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok.
Edukasi kemudian dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif agar materi mengenai rupiah lebih mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa.
“Program ini kita lahirkan bersama 1.000 Guru karena memiliki kesamaan tujuan, yakni menyasar adik-adik di sekolah yang berada di pelosok,” jelasnya.
Sepanjang 2026, POLOPALO telah menyambangi sejumlah wilayah di Gorontalo, mulai dari Desa Olibu, Desa Dudepo, Desa Pangahu hingga Desa Ilohuuwa.
Selain rangkaian POLOPALO bersama 1.000 Guru, BI Gorontalo juga melaksanakan edukasi rupiah di Kecamatan Pinogu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses literasi rupiah ke wilayah yang memiliki tantangan geografis.
Di Desa Ilohuuwa, kegiatan tidak hanya diisi dengan edukasi mengenai rupiah. BI bersama para siswa dan masyarakat juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari kampanye kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam sesi literasi rupiah, para siswa diperkenalkan dengan konsep Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Mereka juga mendapat pengetahuan mengenai cara mengenali keaslian uang rupiah melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
Para siswa turut diingatkan untuk menjaga kondisi uang agar tetap layak edar melalui prinsip 5 Jangan, yakni jangan dilipat, dicoret, diremas, dibasahi, dan distapler.
M. Andi Destriyan berharap edukasi tersebut dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum banyak mendapatkan akses terhadap literasi rupiah.
“Semoga program ini bisa memberikan manfaat dan edukasi tentang cinta, bangga, dan paham rupiah ini ke berbagai lapisan masyarakat yang mungkin belum tersentuh,” katanya.
Kepala SD Negeri 7 Bone, Hantiman Ruchban, S.Pd., mengapresiasi dipilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan POLOPALO 2026.
Menurutnya, kehadiran BI bersama 1.000 Guru memberikan pengalaman baru sekaligus motivasi bagi siswa dan tenaga pendidik di sekolah yang berada di wilayah pelosok.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian kepada sekolah kami yang berada di pelosok. Ini menjadi motivasi bagi kami sebagai pengajar agar anak-anak kami tetap mampu berkembang dan beradaptasi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah pedesaan.
“Kami sangat bangga mendapatkan perhatian melalui program ini. Semoga kegiatan seperti ini terus memberikan motivasi dan inovasi bagi sekolah-sekolah di pedesaan,” tambahnya.
Dengan berakhirnya kegiatan di Desa Ilohuuwa, rangkaian POLOPALO 2026 resmi ditutup. Namun, BI Gorontalo berharap edukasi mengenai rupiah serta kepedulian sosial dan lingkungan dapat terus berlanjut melalui berbagai program dan kolaborasi dengan komunitas pendidikan di Gorontalo.
