Tilangonews.com – Masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus mampu menjadi ruang pembinaan umat dan pendidikan karakter generasi muda.
Gagasan itu disampaikan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Cahaya Madani di Desa Tabongo Barat, Kecamatan Tabongo, Sabtu (16/8/2026).
Pembangunan masjid tersebut menjadi langkah awal pengembangan kawasan pendidikan Islam yang direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 20 hektare di Kompleks RS TNI Eddy Kaunang-Tabongo.
Kawasan itu diproyeksikan tidak hanya menjadi lokasi pembangunan masjid, tetapi juga dikembangkan sebagai kawasan pesantren sekaligus pusat pendidikan dan kebudayaan Islam.
Sofyan menyambut positif inisiatif yayasan yang menggagas pembangunan tersebut. Ia menilai kehadiran fasilitas pendidikan berbasis keagamaan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter dan fondasi agama yang kuat.
“Kami atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada pihak yayasan yang telah memilih Kecamatan Tabongo sebagai pusat pendirian sarana pendidikan dan kebudayaan Islam ini,” ujar Sofyan.
Menurutnya, pembangunan pusat pendidikan Islam tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Gorontalo dalam menciptakan sumber daya manusia yang beragama, berbudaya, unggul, dan kompetitif.
Terlebih, kata Sofyan, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi dan perkembangan era digital harus diimbangi dengan pendidikan karakter agar generasi mendatang tidak kehilangan pijakan nilai dan moral.
Karena itu, ia berharap keberadaan Masjid Cahaya Madani nantinya tidak berhenti pada fungsi ritual semata.
“Tantangan generasi mendatang sangat luar biasa. Karena itu, dibutuhkan basis landasan dakwah yang kuat. Masjid adalah titik awal berpijak yang paling utama untuk mencetak SDM berkualitas,” tegasnya.
Sofyan meyakini masjid dapat menjadi pusat pembinaan masyarakat, tempat pendidikan karakter, sekaligus ruang untuk menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan kepada anak-anak serta generasi muda.
Ia pun berharap pembangunan kawasan Pesantren Cahaya Madani dapat berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan keagamaan yang memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat Tabongo, tetapi juga Kabupaten Gorontalo.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo, lanjut Sofyan, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan pendidikan dan syiar keagamaan, termasuk bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Pembangunan pendidikan dan syiar agama tidak bisa berjalan parsial. Ini harus kita gotong royongkan bersama. Semoga langkah ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Gorontalo,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan panitia pembangunan Cahaya Madani di Indonesia, khususnya Gorontalo, KH. Rustang, Lc., MA, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Ia menyebut dukungan pemerintah, terutama dalam proses pengurusan izin pembangunan pesantren, menjadi bagian penting dalam dimulainya pembangunan kawasan tersebut.
Menurutnya, peletakan batu pertama Masjid Cahaya Madani menjadi tahap awal dari rencana pembangunan Pesantren Cahaya Madani di Gorontalo.
Dengan dimulainya pembangunan masjid, kawasan yang disiapkan di Tabongo Barat tersebut diharapkan secara bertahap dapat berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang memadukan pembinaan keagamaan, pendidikan, serta penguatan karakter generasi muda.



















