Tilangonews.com – Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, menegaskan bahwa penyusunan APBD 2027 harus diarahkan pada program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh membuat pemerintah daerah kehilangan fokus terhadap kebutuhan publik. Setiap anggaran yang dialokasikan harus memiliki manfaat yang jelas dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hal itu disampaikan Zulfikar usai menjadi narasumber dalam Podcast Mopoolamuhu Lipu yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gorontalo, Senin (14/9/2026).
Podcast tersebut mengangkat tema mengenai investasi pembangunan atau sekadar belanja daerah. Dalam kesempatan itu, Zulfikar menyampaikan bahwa arah penganggaran 2027 harus lebih mempertajam skala prioritas pembangunan.
“Alhamdulillah, tadi kami diundang oleh Kominfo dalam rangka podcast pemerintah. Kami sampaikan bahwa terkait penganggaran tahun 2027, alokasi anggarannya diarahkan lebih pada kebutuhan masyarakat kita di Kabupaten Gorontalo,” ujar Zulfikar.
Ia mengakui, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan berupa efisiensi dan pengurangan anggaran dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat pemerintah dan DPRD harus semakin cermat dalam menentukan program yang akan dibiayai melalui APBD.
Meski ruang fiskal terbatas, Zulfikar memastikan DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan terus melakukan pembahasan dan mencari formulasi terbaik agar anggaran yang tersedia tetap mampu membiayai kebutuhan prioritas masyarakat.
“Walaupun ada efisiensi anggaran dan kita tahu persis bahwa anggaran kita dikurangi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan DPRD tetap duduk bersama,” katanya.
Menurut Zulfikar, pembahasan bersama tersebut penting agar kebijakan anggaran tidak hanya berorientasi pada penyerapan, tetapi benar-benar mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan skala prioritas daerah.
“Ini dilakukan dalam rangka menjawab apa yang menjadi aspirasi serta skala prioritas kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
Dengan kondisi fiskal yang semakin menuntut kehati-hatian, DPRD Kabupaten Gorontalo berharap APBD 2027 dapat menjadi instrumen pembangunan yang lebih efektif. Anggaran tidak hanya habis untuk belanja rutin, tetapi mampu menghasilkan program yang memberikan dampak nyata terhadap pelayanan publik, pembangunan daerah, dan kesejahteraan masyarakat.
Zulfikar menegaskan, kolaborasi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci untuk memastikan keterbatasan anggaran tidak mengurangi kualitas keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat.
