Tilangonews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo mulai melaksanakan Operasi Ketupat Otanaha 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi tersebut berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret 2026.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, mengatakan pengamanan tahun ini melibatkan ribuan personel gabungan dari kepolisian, TNI, hingga instansi terkait.
“Mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026 kita melaksanakan Operasi Ketupat Otanaha selama 13 hari. Untuk personel Polri yang dilibatkan sebanyak 1.104 anggota dari Polda dan Polres jajaran,” ujar Lukman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (13/3/2026).
Selain personel kepolisian, pengamanan juga didukung 163 personel TNI serta 493 personel dari berbagai instansi terkait yang turut bersinergi dalam operasi tersebut.
“Total personel gabungan yang dilibatkan cukup besar, termasuk dari TNI dan instansi terkait untuk mendukung pengamanan selama masa Idulfitri,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan operasi ini, aparat juga mendirikan 30 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di sejumlah titik di Provinsi Gorontalo. Pos tersebut terdiri dari 17 pos pengamanan, 7 pos pelayanan, dan 6 pos terpadu.
“Pos pengamanan didirikan di jalur mudik dan arus balik untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas,” ungkap Lukman.
Sementara itu, pos pelayanan disiapkan untuk memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, seperti pelayanan kesehatan hingga bantuan bagi kendaraan yang mengalami kendala di perjalanan.
“Di pos pelayanan juga tersedia layanan kesehatan dan bantuan perawatan kendaraan apabila pengendara mengalami trouble saat perjalanan,” tambahnya.
Adapun pos terpadu berfungsi sebagai pusat Komando, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi (K3I) yang ditempatkan di lokasi strategis guna mendukung pengendalian operasi di lapangan.
Dirlantas juga menjelaskan bahwa pengamanan dalam Operasi Ketupat Otanaha mencakup berbagai aktivitas masyarakat, baik sebelum, saat, maupun setelah hari raya Idulfitri.
“Kegiatan sebelum hari H juga menjadi perhatian, seperti aktivitas masyarakat yang melaksanakan ibadah, sahur, hingga kegiatan belanja di pusat perbelanjaan serta transaksi di ATM maupun perbankan,” terangnya.
Pada hari raya, kepolisian juga akan memfokuskan pengamanan pada kegiatan takbir keliling, pelaksanaan salat Idulfitri di masjid maupun lapangan, serta aktivitas silaturahmi dan rekreasi masyarakat.
“Pengamanan tidak hanya saat hari raya, tetapi juga pasca lebaran hingga kegiatan masyarakat setelah Idulfitri, termasuk sampai perayaan Lebaran Ketupat,” pungkasnya.
