Daerah

Kemarau Melanda, BWS Sulawesi II Gorontalo Buka Posko Bencana, Siap Layani Aduan Warga

Tilangonews.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo membuka Posko Bencana Kekeringan sebagai langkah mempercepat penanganan dampak musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Provinsi Gorontalo.

Keberadaan posko tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi sekaligus memudahkan masyarakat menyampaikan laporan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Hal itu disampaikan Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo, Ali Rahmat, dalam konferensi pers yang digelar di Posko Bencana BWS Sulawesi II Gorontalo, Jumat (31/7/2026).

Ali Rahmat mengatakan, berdasarkan data yang telah dihimpun, BWS Sulawesi II telah mengidentifikasi dan menindaklanjuti 20 laporan lokasi terdampak kekeringan di Provinsi Gorontalo. Wilayah tersebut tersebar di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Pohuwato, serta beberapa desa di Kabupaten Bone Bolango.

“Kami berupaya terus-menerus bersama pemerintah daerah, baik BPBD maupun instansi terkait lainnya, dalam upaya penanganan bencana kekeringan yang terjadi di Provinsi Gorontalo,” ujar Ali.

Menurutnya, hingga saat ini BWS Sulawesi II telah menyalurkan 59 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut telah dimanfaatkan oleh sekitar 575 kepala keluarga.

Untuk mempercepat distribusi air bersih, BWS Sulawesi II kini mengoperasikan tiga unit mobil tangki. Selain satu unit milik BWS, dua mobil tangki lainnya merupakan armada pinjaman sehingga kapasitas pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan.

“Hari ini kami sudah memberangkatkan tiga unit mobil tangki air yang akan bergerak ke Kabupaten Gorontalo maupun Gorontalo Utara. Setiap mobil tangki rata-rata membawa 4.000 sampai 5.000 liter air, sehingga dalam satu desa bisa beberapa kali melakukan distribusi sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ali mengungkapkan, Kabupaten Gorontalo menjadi daerah yang saat ini paling banyak mengalami kondisi kritis akibat kekeringan. Penanganan juga telah dilakukan di sejumlah titik di Kabupaten Gorontalo Utara.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih, BWS Sulawesi II juga melakukan pemantauan terhadap lahan pertanian yang mulai terdampak kekeringan. Petugas di lapangan telah ditugaskan untuk mengidentifikasi sawah yang mengalami kekurangan air serta mengatur bangunan sumber daya air agar distribusi irigasi tetap berjalan.

“Kami sudah menugaskan petugas di lapangan untuk mencari potensi sawah-sawah yang mengalami kekeringan dan segera melakukan pengaturan terhadap bangunan-bangunan sumber daya air yang ada di wilayah tersebut,” kata Ali.

Ia menambahkan, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih atau menemukan wilayah yang terdampak kekeringan dapat langsung menyampaikan laporan melalui hotline bencana yang telah disiapkan BWS Sulawesi II.

“Yang paling penting, BWS Sulawesi II sudah memiliki hotline bencana. Bapak-Ibu sekalian bisa melaporkan melalui WhatsApp hotline bencana di nomor 0821-9064-641,” ujarnya.

Ali berharap keberadaan Posko Bencana Kekeringan dan layanan pengaduan tersebut dapat mempercepat penanganan di lapangan. BWS Sulawesi II juga akan terus berkoordinasi dengan BPBD, PDAM, PMI, serta pemerintah daerah agar distribusi air bersih dan penanganan dampak kekeringan dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.

Exit mobile version