Daerah

Ketua Panitia Romy Sjahrain Ungkap Standar Rumah untuk Pemondokan Peserta Penas

×

Ketua Panitia Romy Sjahrain Ungkap Standar Rumah untuk Pemondokan Peserta Penas

Sebarkan artikel ini
Ketua panitia, yang juga Asisten II Setda Kabupaten Gorontalo, Darwin Romy Sjahrain. Foto: tilangonews.com

Tilangonews.com — Panitia pelaksana Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII terus mematangkan persiapan, terutama terkait pemondokan bagi puluhan ribu peserta yang akan hadir pada Juni 2026 mendatang.

Ketua panitia, yang juga Asisten II Setda Kabupaten Gorontalo, Darwin Romy Sjahrain, mengungkapkan bahwa rumah warga yang akan dijadikan tempat tinggal sementara bagi peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan penting.

Menurut Romy, aspek utama yang menjadi perhatian adalah kelayakan hunian. Hal ini mencakup ketersediaan tempat tidur yang memadai, kamar mandi dan toilet yang layak, serta jaminan kenyamanan dan keamanan bagi para peserta selama berada di Gorontalo.

“Peserta nantinya tinggal di rumah warga, sehingga yang kita utamakan adalah kelayakan. Mulai dari tempat tidur, kamar mandi, WC, hingga kenyamanan dan keamanan harus terpenuhi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemampuan tuan rumah dalam menyediakan konsumsi juga menjadi syarat tambahan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Sejauh ini, sekitar 6.000 rumah telah diidentifikasi sebagai calon lokasi pemondokan. Proses pendataan dilakukan oleh penyuluh pertanian yang bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan.

Meski demikian, Romy memastikan proses tersebut belum final. Verifikasi lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan setiap rumah benar-benar memenuhi standar yang telah ditentukan.

“Kalau ada masyarakat yang ingin rumahnya dijadikan pemondokan, masih bisa mendaftar melalui penyuluh dan pemerintah desa. Nanti akan kita verifikasi kembali,” ujarnya.

Untuk lokasi, panitia memprioritaskan lima kecamatan, yakni Limboto, Limboto Barat, Telaga Biru, Telaga, dan Telaga Jaya. Kecamatan Limboto menjadi titik utama, namun tetap disesuaikan dengan ketersediaan rumah yang layak.

Romy juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif tanpa memandang latar belakang pemilik rumah.

“Bukan karena keluarga aparat atau penyuluh lalu diprioritaskan. Semua kembali pada kelayakan. Kalau tidak memenuhi syarat, tetap tidak akan dipilih,” tegasnya.

Dalam skema yang disiapkan, satu rumah akan ditempati sekitar lima peserta. Adapun biaya pemondokan ditanggung peserta sebesar Rp160 ribu per hari.

Panitia menargetkan jumlah peserta mencapai 30 ribu orang. Hingga saat ini, pendaftaran online telah menembus angka 18 ribu peserta dan diperkirakan terus bertambah hingga penutupan.

Peserta diprediksi mulai tiba sejak 17 Juni 2026, mengingat kegiatan awal akan berlangsung pada 18–19 Juni, sebelum puncak acara pada 20–25 Juni.

Panitia memastikan akan kembali turun ke lapangan dalam waktu dekat guna memastikan seluruh rumah pemondokan siap digunakan sebelum pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *