Tilangonews.com – Rencana kunjungan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, ke Provinsi Gorontalo, khususnya Kabupaten Gorontalo, yang sedianya berlangsung Senin, 24 Agustus 2026, ditunda.
Penundaan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Iswad Abdullah Pakaja. Ia mengatakan, agenda Menteri Agama yang cukup padat menjadi salah satu alasan kunjungan ke Gorontalo harus dijadwalkan kembali.
Menurut Iswad, pada waktu yang bersamaan Menteri Agama harus mendampingi Presiden dalam agenda peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta.
“Agenda Pak Menteri Agama bulan Agustus ini terlalu padat. Kebetulan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi di Istiqlal, Jakarta, sehingga beliau harus mendampingi Bapak Presiden,” ujar Iswad saat diwawancarai, Senin (24/8/2026).
Meski ditunda, Iswad memastikan agenda yang telah dipersiapkan di Gorontalo tidak dibatalkan. Kementerian Agama bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Pengadilan Agama dan Kantor Pertanahan telah melakukan koordinasi untuk mempersiapkan agenda kunjungan tersebut.
Salah satu agenda utama yang direncanakan adalah penguatan tata kelola perwakafan, termasuk penyerahan sertifikat wakaf kepada sejumlah masjid di wilayah Gorontalo.
Iswad menjelaskan, kunjungan Menteri Agama nantinya tidak hanya berfokus pada kegiatan administratif terkait wakaf, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan pelayanan umat antara Kementerian Agama dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.
“Agenda utamanya terkait perwakafan, termasuk penyerahan sertifikat wakaf kepada masjid-masjid yang ada. Ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Agama, pemerintah daerah dan pertanahan,” jelasnya.
Iswad mengungkapkan, salah satu pertimbangan penundaan kunjungan adalah keinginan Menteri Agama agar lawatannya ke Gorontalo tidak berlangsung singkat.
Menteri Agama, kata dia, diharapkan dapat berada di Gorontalo selama dua hingga tiga hari sehingga memiliki cukup waktu untuk bertemu dengan pemerintah daerah, jajaran instansi terkait, sekaligus menyerap berbagai aspirasi mengenai pelayanan umat.
“Beliau berharap kunjungannya di Gorontalo tidak sesingkat itu. Karena selain agenda dengan Kementerian Agama, ada pertemuan dengan gubernur dan seluruh instansi terkait. Kalau waktunya singkat, tentu kurang maksimal,” katanya.
Karena itu, kunjungan tersebut kemungkinan besar akan dijadwalkan kembali pada September 2026. Dengan waktu kunjungan yang lebih panjang, diharapkan Menteri Agama dapat bertemu dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Iswad menegaskan, jajaran Kementerian Agama bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan tetap mematangkan berbagai persiapan sambil menunggu jadwal resmi kunjungan Menteri Agama.
“Kita berharap mudah-mudahan kegiatan di Gorontalo dapat dijadwalkan kembali pada September, dengan waktu yang lebih panjang, sehingga seluruh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan membahas pelayanan umat ke depan,” tandasnya.














