Tilangonews.com – Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Gorontalo, Hamka Pakaja, menegaskan target utama kepengurusannya adalah mengembalikan kejayaan partai di DPRD Kabupaten Gorontalo. Fokus tersebut diwujudkan dengan merebut kembali tiga kursi yang hilang pada Pemilu sebelumnya.
Menurut Hamka, PAN tidak memasang target muluk untuk menambah jumlah kursi di parlemen. Baginya, mengembalikan perolehan kursi seperti periode sebelumnya sudah menjadi capaian yang sangat baik.
“Sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Gorontalo, saya hanya ingin mengembalikan kursi yang hilang. Dulu PAN memiliki lima kursi di DPRD, sekarang tinggal dua. Target kami adalah kembali memperoleh lima kursi,” ujar Hamka.
Ia menjelaskan, target tersebut dinilai realistis jika seluruh kader bekerja secara maksimal hingga Pemilu 2029. Konsolidasi organisasi dan penguatan struktur partai akan menjadi langkah awal untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada PAN.
Selain menatap Pemilu Legislatif, Hamka yang juga anggota DPRD Kabupaten Gorontalo itu memastikan PAN akan mengambil bagian dalam kontestasi Pemilihan Bupati Kabupaten Gorontalo pada 2030 mendatang.
Meski belum mengungkap nama yang akan diusung, ia menegaskan PAN telah menyiapkan kader untuk bertarung memperebutkan kursi bupati.
“Yang jelas PAN siap mencalonkan kader sendiri untuk Pilkada. Soal siapa calonnya, saat ini masih kami rahasiakan karena belum waktunya diumumkan. Insyaallah, jika perolehan kursi PAN kembali menjadi lima, kami memiliki kader yang siap, termasuk saya sendiri,” katanya.
Hamka Pakaja bersama jajaran pengurus DPD PAN Kabupaten Gorontalo resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, pada Jumat (3/7/2026) malam di salah satu gedung di Kota Gorontalo. Pelantikan tersebut turut diikuti pengurus DPD PAN dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.
Dengan kepengurusan baru, PAN Kabupaten Gorontalo optimistis mampu membangun kembali kekuatan partai sekaligus meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029 sebagai modal menghadapi Pilkada 2030.










