Tilangonmnews.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan angka kemiskinan terus menurun hingga berada di bawah 11 persen pada tahun 2027. Target tersebut menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027.
Target itu disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail didampingi Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan OPD di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Minggu (13/9/2026) malam.
Gubernur Gusnar Ismail mengatakan RAPBD 2027 menjadi dokumen penting yang akan menjelaskan arah pembangunan daerah sekaligus target-target yang ingin dicapai pemerintah pada tahun mendatang.
Salah satu target yang mendapat perhatian serius adalah penurunan angka kemiskinan yang selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren membaik.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, mengungkapkan bahwa capaian penurunan kemiskinan di Gorontalo saat ini telah melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD.
Pada tahun 2026, target angka kemiskinan dalam RPJMD berada di angka 13,68 persen. Namun berdasarkan data terbaru, tingkat kemiskinan di Gorontalo telah turun menjadi 12,16 persen.
“Angka kemiskinan kita konsisten menurun dari tahun 2020 sampai dengan 2026. Bahkan kemiskinan ekstrem juga sebagian besar terus menurun dan mulai mendekati garis kemiskinan,” ujar Danial.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memasang target yang lebih optimistis pada tahun 2027.
Dalam RPJMD, target kemiskinan tahun 2027 dipatok sebesar 12,78 persen. Namun melihat perkembangan yang ada, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis mampu menekan angka kemiskinan hingga berada di bawah 11 persen.
Danial menjelaskan, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan tidak lepas dari berbagai program pembangunan yang berjalan, termasuk upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat daya beli masyarakat, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai program pemberdayaan dan perlindungan sosial.
Ia menilai tantangan ke depan adalah menjaga kondisi ekonomi dan sosial tetap stabil agar tren penurunan kemiskinan dapat terus berlanjut.
“Kita harus menjaga situasi agar masyarakat tetap percaya dan tidak panik, sementara pemerintah terus menjaga stabilitas sehingga target-target pembangunan dapat tercapai,” katanya.
Selain menargetkan penurunan angka kemiskinan, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga membidik peningkatan berbagai indikator pembangunan lainnya, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, hingga kualitas sumber daya manusia.
Dengan target kemiskinan di bawah 11 persen pada 2027, Pemprov Gorontalo berharap kesejahteraan masyarakat terus meningkat dan hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata di seluruh wilayah Gorontalo.
