Tilangonews.com – Bandara Djalaluddin Gorontalo mulai melakukan berbagai persiapan guna mendukung kelancaran pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka Posko Terpadu yang akan beroperasi mulai 16 hingga 28 Juni 2026.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Djoko Harjani, mengatakan posko tersebut dibentuk bersama sejumlah stakeholder untuk memastikan pelayanan kepada peserta PENAS berjalan optimal sejak tiba di Gorontalo.
“Posko terpadu ini melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari Balai Kekarantinaan Kesehatan, BMKG, unsur pengamanan dari Polsek Kawasan Bandara, hingga para mitra kerja lainnya. Tujuannya agar seluruh proses kedatangan peserta PENAS dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar,” ujar Djoko saat diwawancarai di Bandara Djalaluddin, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, operasional posko dimulai pada 16 Juni karena berdasarkan data panitia, para peserta PENAS mulai berdatangan pada tanggal tersebut.
Ia mengungkapkan, lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada 19 Juni 2026. Pada hari itu, Bandara Djalaluddin dijadwalkan melayani kedatangan enam pesawat sekaligus.
“Puncak kedatangan peserta diprediksi terjadi pada tanggal 19 Juni. Ada enam pesawat yang tiba di Gorontalo, terdiri dari dua penerbangan reguler dan empat penerbangan tambahan atau extra flight,” jelasnya.
Secara keseluruhan, terdapat tambahan tujuh extra flight yang disiapkan untuk mendukung mobilisasi peserta PENAS menuju Gorontalo.
“Tambahan penerbangan ini merupakan bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan PENAS agar seluruh peserta dapat terlayani dengan baik,” katanya.
Djoko menjelaskan, konsep Posko Terpadu yang diterapkan tidak jauh berbeda dengan posko angkutan Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru. Posko menjadi pusat koordinasi seluruh stakeholder sekaligus pusat informasi bagi para tamu yang baru tiba.
Bandara juga menyiapkan hospitality desk sebagai titik layanan pertama bagi peserta PENAS. Di lokasi tersebut, peserta akan melakukan pelaporan kedatangan sebelum diarahkan ke area istirahat yang telah disediakan sambil menunggu kendaraan penjemput.
“Kami sudah menyiapkan hospitality desk. Setelah melapor, peserta dapat beristirahat terlebih dahulu di ruang tunggu yang telah disediakan sebelum dijemput oleh bus atau kendaraan yang telah diatur panitia,” ujarnya.
Selain itu, layanan kesehatan juga disiagakan selama posko berlangsung. Balai Kekarantinaan Kesehatan menempatkan dokter dan tenaga medis untuk memberikan pemeriksaan maupun penanganan kesehatan secara gratis apabila dibutuhkan peserta.
Sementara itu, BMKG akan menyediakan informasi perkembangan cuaca guna mendukung keselamatan penerbangan, sedangkan unsur kepolisian bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan bandara.
“Dengan kolaborasi seluruh stakeholder ini, kami berharap seluruh peserta PENAS dapat merasakan pelayanan terbaik sejak pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo,” tutup Djoko.
