Tilangonews.com – Setelah sebulan penuh menjalankan tugas kemanusiaan di Pulau Sumatera, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gorontalo akhirnya kembali ke daerah.
Selama berada di lokasi bencana, para relawan ini bahu-membahu membantu warga terdampak dengan berbagai kondisi medan yang tidak mudah.

Sebanyak 10 personel Tagana diberangkatkan pada 29 November 2025 lalu. Tepat pada 30 Desember 2025, mereka tiba kembali di Gorontalo dan disambut langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, didampingi Kadis Sosial, Sagita Wartabone.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para relawan yang telah membawa nama baik daerah melalui kerja kemanusiaan.
Selama penugasan, Tagana Gorontalo tidak hanya bertugas di lokasi-lokasi pengungsian, tetapi juga menghadapi medan ekstrem.
Mereka bahkan tercatat sebagai tim pertama yang berhasil menembus wilayah terisolir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kawasan yang sebelumnya belum mendapatkan akses bantuan akibat jalur yang terputus.

Ketua Forum Koordinasi Tagana Provinsi Gorontalo David Mailite menjelaskan bahwa relawan Gorontalo ditempatkan di beberapa titik rawan bencana, antara lain Kabupaten Langkat, Sibolga, hingga Tapanuli Tengah.
Menurutnya, daerah terakhir menjadi lokasi dengan tantangan paling berat karena akses yang terbatas dan kondisi geografis yang sulit ditembus.
Ia menyebut, tim dari Gorontalo menjadi rombongan awal yang berhasil mencapai Desa Sibio-Bio yang benar-benar terisolir. Setelah jalur menuju desa tersebut dapat dilalui, barulah unsur TNI dan tenaga kesehatan menyusul untuk memperluas bantuan.
David juga menjelaskan bahwa para relawan bekerja tanpa memandang latar belakang masyarakat setempat. Baginya, keberagaman suku ras dan agama serta budaya di wilayah tugas tidak menjadi penghalang.
“Kami datang sebagai relawan kemanusiaan. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Yang utama adalah bagaimana kami bisa hadir dan membantu mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Misi ini menjadi bukti bahwa Tagana Gorontalo tidak hanya siap siaga di daerah sendiri, tetapi juga mampu berperan di tingkat nasional ketika bencana melanda.













