Tilangonews.com – Sidang Sinode Gereja Protestan di Gorontalo (GPIG) ke-XX yang digelar di Gereja Maranatha, Limboto, resmi menetapkan kepengurusan baru Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) untuk periode pelayanan 2026–2031.
Penetapan tersebut dilakukan pada Sabtu malam (18/7/2026), sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian sidang sinode yang mengusung tema “Hiduplah sebagai Terang dalam Kebaikan, Keadilan, dan Kebenaran.”
Sidang sinode kali ini menjadi momentum penting bagi GPIG dalam melakukan regenerasi kepemimpinan gereja sekaligus memperkuat arah pelayanan lima tahun ke depan agar semakin relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat.
Ketua Panitia Sidang Sinode, Vondy Mawijtere, mengatakan seluruh agenda sidang telah berjalan sesuai rencana. Tahapan terakhir diawali dengan proses pemilihan pengurus baru, kemudian dilanjutkan dengan ibadah pelantikan.
“Sidang Sinode sudah berakhir hari ini. Agenda terakhir adalah pemilihan pengurus, kemudian dilanjutkan dengan ibadah pelantikan. Puji Tuhan, seluruh proses berjalan dengan baik dan telah terpilih BPMS periode pelayanan 2026–2031,” ujar Vondy.
Ia menjelaskan, kepengurusan yang baru memiliki tanggung jawab untuk menjalankan seluruh keputusan sidang, mulai dari rencana kerja tahunan hingga rencana strategis (Renstra) yang telah disepakati bersama.
Menurutnya, komposisi kepengurusan yang terpilih merupakan representasi dari seluruh wilayah pelayanan GPIG sehingga diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang merata.
Terkait jalannya proses pemilihan, Vondy mengungkapkan tidak ada kendala yang berarti. Meski demikian, dinamika dalam proses demokrasi tetap mewarnai jalannya sidang.
“Kalau kendala tidak ada yang berarti, tetapi kalau dinamika tentu ada. Itu hal yang biasa dalam sebuah proses pemilihan,” katanya.
Dalam sidang tersebut, Pdt. Ramses Alawaila, M.Th resmi terpilih sebagai Ketua Umum BPMS GPIG periode 2026–2031. Ia akan didampingi Pdt. Agustina Tololiu, S.Th sebagai Wakil Ketua I, Vondy Mawijtere, SH., MH sebagai Wakil Ketua II, Otnil Siwi, SH sebagai Wakil Ketua III, Pdt. Stenly Linjewas, S.Th sebagai Sekretaris, Pnt. Jimi Mangempis, ST sebagai Wakil Sekretaris, serta Pnt. Benito Walangadi sebagai Bendahara.
Selain itu, sidang juga menetapkan kepengurusan Majelis Pertimbangan Sinode (MPS) yang diketuai Pnt. Modi Sampe dengan Sekretaris Pnt. Joli Salindeho dan anggota Pdt. Ronal Oroh, S.Th. Sementara Majelis Pertimbangan Program, Perencanaan dan Strategi (MP3S) dipimpin Pnt. Mathias Tangulu, SE., MM, didampingi Pnt. Rodolf Lumi sebagai Sekretaris dan Dkn. Alma Hontong sebagai anggota.
Sementara itu, Ketua Umum BPMS terpilih, Pdt. Ramses Alawaila, menegaskan kepengurusan yang baru akan bergerak sesuai arah pelayanan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis GPIG.
Menurutnya, sinode bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi awal gerakan pelayanan yang baru untuk lima tahun ke depan.
“Sinode ini adalah gerakan pelayanan yang baru. Kami akan bekerja sesuai dengan rencana strategis pelayanan GPIG yang telah diputuskan dan dituangkan dalam program pelayanan jangka panjang lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, arah pelayanan GPIG akan berfokus pada lima pilar utama, yakni berakar, bertumbuh, berbuah, berdaya, dan berdampak demi kemuliaan nama Tuhan. Kelima pilar tersebut akan diterjemahkan ke dalam program kerja tahunan maupun program periodik yang terukur.
“Intinya, seluruh program pelayanan yang akan dijalankan badan pekerja terpilih harus benar-benar menyentuh kehidupan jemaat dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan umat,” tegasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, Sidang Sinode GPIG ke-XX diharapkan menjadi titik awal penguatan pelayanan gereja yang lebih adaptif, inklusif, serta mampu menghadirkan terang melalui karya-karya yang membawa kebaikan, keadilan, dan kebenaran bagi jemaat maupun masyarakat Gorontalo secara luas.
