Tilangonews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo menetapkan libur sekolah bagi siswa tingkat SD dan SMP dalam rangka perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Libur tersebut berlangsung mulai 16 hingga 30 Maret 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, menjelaskan bahwa masa libur ini diharapkan dapat dimanfaatkan para siswa untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan.
“Anak-anak ini libur mulai tanggal 16 sampai dengan 30 Maret 2026. Kami berharap mereka bisa memanfaatkan waktu ini untuk bersama keluarga sembari merayakan Hari Raya Idulfitri,” ujar Waris saat diwawancarai.
Meski demikian, Waris menegaskan bahwa setelah masa libur berakhir, dunia pendidikan di Kabupaten Gorontalo akan langsung memasuki agenda penting. Mulai April mendatang, siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan secara nasional.
Menurutnya, ujian tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 26 April 2026. Oleh karena itu, pihaknya meminta para orang tua untuk tetap memberikan perhatian kepada anak-anak selama masa libur agar tetap siap menghadapi ujian.
“Dalam waktu dekat anak-anak akan mengikuti tes kemampuan akademik yang dulu dikenal sebagai ujian nasional. Dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika atau yang dikenal dengan literasi dan numerasi,” jelasnya.
Waris juga mengingatkan para orang tua agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan serta keselamatan anak selama libur sekolah, khususnya bagi siswa yang akan mengikuti ujian tersebut.
“Kami berharap orang tua tetap memantau anak-anaknya, terutama menjaga kesehatan dan keselamatan mereka. Karena setelah libur ini mereka akan menghadapi ujian penting,” tambahnya.
Sementara itu, meskipun siswa dan guru mendapatkan masa libur, pihak sekolah tetap diminta untuk menyiapkan sistem piket guru secara bergantian guna menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah.
“Kami sudah mengeluarkan edaran kepada seluruh sekolah. Guru memang libur, tetapi tetap harus ada piket secara bergantian agar sekolah tetap terpantau dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Waris.
