Dinosaur
Daerah

Ketua Baznas Ajak Warga Bantu Korban Gempa NTT, Jika Tak Bisa Memberi Minimal Dukung Penggalangan Dana

×

Ketua Baznas Ajak Warga Bantu Korban Gempa NTT, Jika Tak Bisa Memberi Minimal Dukung Penggalangan Dana

Sebarkan artikel ini

Tilangonews.com – Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digelorakan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat ikut membantu meringankan beban warga yang terdampak bencana.

Ketua Baznas Kabupaten Gorontalo, Sukri Moonti, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Baznas RI kepada seluruh Baznas provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia.

Menurut Sukri, Baznas RI telah membangun posko bantuan sejak sehari setelah bencana terjadi. Seluruh bantuan yang dihimpun Baznas dari berbagai daerah nantinya akan dikumpulkan melalui posko tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.

“Baznas RI melakukan pertemuan dengan seluruh Baznas kabupaten dan provinsi di Indonesia untuk menghimpun donasi dan bantuan bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana di NTT,” ujar Sukri saat diwawancarai, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan pada 14 Agustus 2026 dan surat edaran yang diterbitkan 19 Agustus 2026, seluruh jajaran Baznas diminta segera melakukan penghimpunan donasi untuk membantu korban bencana.

Baznas Kabupaten Gorontalo pun merespons arahan tersebut dengan menggelar penggalangan dana yang digelar di simpang empat masjid Baiturrahman Limboto. Aksi kemanusiaan itu telah berjalan selama empat hari.

Untuk memastikan kegiatan tersebut berlangsung secara resmi dan mudah dikenali masyarakat, petugas penggalangan dana di lapangan membawa bendera Baznas sebagai penanda resmi kegiatan. Selain itu, setiap dus atau kotak yang digunakan untuk menampung donasi juga dilengkapi logo Baznas.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui bahwa penggalangan dana yang berlangsung merupakan kegiatan resmi Baznas Kabupaten Gorontalo dalam rangka membantu korban gempa di NTT.

Dari penggalangan tersebut, Baznas Kabupaten Gorontalo telah menghimpun donasi sekitar Rp7 juta.

“Alhamdulillah, sudah empat hari ini Baznas melakukan penggalangan dana dan sudah terkumpul sekitar hampir Rp7 juta,” ungkapnya.

Sukri mengatakan penggalangan dana tersebut masih akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Berapapun jumlah yang berhasil dihimpun nantinya akan disalurkan melalui Posko Baznas RI untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak gempa.

“Berapapun yang terkumpul nanti akan kami salurkan langsung ke posko Baznas RI. Bantuan itu akan diserahkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di NTT,” jelasnya.

Di tengah aksi penggalangan dana tersebut, Sukri juga mengajak masyarakat agar tidak memandang kepedulian hanya dari sisi materi.

Menurutnya, masyarakat yang belum mampu memberikan bantuan secara finansial tetap dapat mengambil bagian melalui doa maupun dukungan terhadap gerakan kemanusiaan yang sedang dilakukan.

“Kami mengimbau kepada seluruh kita semua, minimal kalau kita tidak bisa membantu dengan materi, minimal kita membantu dengan doa,” katanya.

Sukri menegaskan, kepedulian terhadap sesama harus terus dijaga, terlebih ketika ada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membantu? Kalau bukan kita, saudara-saudara yang terkena musibah ini, siapa lagi yang mampu meringankan beban mereka?” ujarnya.

Ia pun meminta masyarakat yang belum dapat berdonasi untuk setidaknya memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang sedang bergerak menggalang bantuan.

“Kalaupun kita tidak mampu untuk memberikan dalam bentuk materi, minimal kita memberikan dukungan, support terhadap mereka orang-orang yang peduli,” tuturnya.

Sukri berharap dukungan masyarakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi energi bagi para relawan dan lembaga yang terus bergerak membantu korban bencana.

Ia mengingatkan agar semangat kepedulian tidak terhenti hanya karena perbedaan pandangan atau komentar negatif yang justru dapat menghambat gerakan kemanusiaan.

“Jangan sampai menyurutkan semangat untuk peduli terhadap sesama kita,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Sukri menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo, khususnya Kabupaten Gorontalo, yang telah memberikan dukungan moral maupun materi terhadap aksi penggalangan dana tersebut.

Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.

“Semoga bukan kita yang terkena, tapi biarlah kita yang akan memberi. Janganlah kita diberi dalam keadaan susah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *