Tilangonews.com — Pawai Kendaraan Hias Islami dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Gorontalo berlangsung meriah. Kegiatan yang diikuti berbagai elemen masyarakat itu mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira.
Zulfikar menilai, kemeriahan pawai tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai penting dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang ikut ambil bagian dalam pawai menunjukkan bahwa semangat untuk memeriahkan momentum keagamaan masih tumbuh kuat di Kabupaten Gorontalo.
“Pawai ini merupakan kegiatan yang positif. Selain memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi dan memperkuat kebersamaan,” ujar Zulfikar.
Ia memberikan apresiasi kepada panitia, pemerintah daerah, peserta pawai, organisasi kemasyarakatan, komunitas, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh warga yang telah mendukung sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib dan meriah.
Zulfikar berharap tradisi keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan agar dapat menarik keterlibatan generasi muda.
Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Dengan begitu, nilai-nilai positif yang terkandung dalam tradisi tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Tradisi keagamaan harus terus kita hidupkan. Jangan sampai anak-anak dan generasi muda kita hanya mengenal kegiatan seperti ini dari cerita orang tua. Mereka harus dilibatkan dan diberikan ruang untuk menjadi bagian dari pelestarian tradisi,” katanya.
Lebih lanjut, Zulfikar mengatakan peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan acara. Esensi utama dari kegiatan tersebut adalah bagaimana masyarakat dapat mengambil keteladanan dari kehidupan Rasulullah SAW.
Nilai kejujuran, kepedulian, persaudaraan, kesederhanaan dan sikap saling menghargai, kata dia, harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Maulid bukan hanya tentang bagaimana kita memperingatinya, tetapi bagaimana kita meneladani Rasulullah SAW. Nilai-nilai itu harus tercermin dalam kehidupan kita, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo itu juga menilai Pawai Kendaraan Hias Islami menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan keagamaan dapat dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan nilai utamanya.
Kreativitas masyarakat melalui kendaraan hias, menurutnya, menunjukkan adanya semangat untuk menjadikan perayaan keagamaan lebih menarik dan dapat dinikmati berbagai kalangan.
“Ini kreativitas masyarakat yang patut diapresiasi. Nilai agama tetap menjadi dasar, sementara kreativitas menjadi cara untuk membuat kegiatan lebih menarik, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.
Zulfikar juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat huyula atau gotong royong dalam setiap kegiatan masyarakat.
Ia menilai suksesnya pawai merupakan hasil dari keterlibatan banyak pihak yang bekerja bersama, mulai dari pemerintah, panitia, peserta, masyarakat, komunitas hingga aparat keamanan.
“Semangat huyula harus terus kita pertahankan. Kebersamaan seperti ini jangan hanya muncul saat ada kegiatan besar, tetapi harus menjadi kekuatan kita dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Ia berharap kemeriahan Pawai Kendaraan Hias Islami dapat menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
“Semoga kegiatan seperti ini terus hidup dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Kita jaga nilai agama, kita lestarikan budaya, dan kita libatkan generasi muda agar semangat kebersamaan terus tumbuh di Kabupaten Gorontalo,” pungkas Zulfikar.
